Wagub Sumut Musa Rajekshah Berharap Gelombang Ketiga Covid-19 Tidak Terjadi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Gelombang ketiga Covid-19 diprediksi dan berpotensi terjadi pada akhir tahun. Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah, berharap hal tersebut tidak terjadi, khsususnya di Provinsi Sumut.

"Saat ini memang terjadi penurunan kasus (Covid-19), bukan berarti pandemi telah berakhir. Kita berharap gelombang ketiga tidak sampai terjadi, terutama di Sumut," kata Musa Rajekshah saat meninjau vaksinasi di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Medan, Rabu (13/10/2021).

Disebutkannya, sejauh ini pemerintah telah menyiapkan segala kebutuhan dalam mengantisipasinya, termasuk pelayanan kesehatan hingga tracing. Vaksinasi juga terus digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna mempercepat herd immunity.

Musa Rajekshah juga mengaku bersyukur karena di Sumut kini sudah tidak ada lagi kabupaten dan kota yang berada pada Level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Masyarakat diminta terus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Kondisi ini mudah-mudahan terus bertahan agar ekonomi bisa kembali bangkit, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan keadaan sehat," sebutnya.

Wagub Sumut juga mengapresiasi vaksinasi yang digelar BPJamsostek bekerja sama Kodim 0201/Medan, dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan. Karena melalui vaksinasi massal diharapkan dapat mendorong percepatan herd immunity.

"Sekitar 15 juta penduduk Sumut dengan jumlah 11 juta orang penerima vaksin saat ini, sebanyak 38 persen telah mendapatkan vaksin pertama dan 22,8 persen telah mendapatkan vaksin kedua," ungkapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dukungan Kepada Pemerintah

Vaksinasi Covid-19 di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Medan, Rabu (13/10/2021)
Vaksinasi Covid-19 di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Medan, Rabu (13/10/2021)

Deputi Direktur Kanwil BPJamsostek Sumbagut, Panji Wibisana menyampaikan, kegiatan vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah. Kegiatan ini rencananya dilakukan selama tiga hari, 13-15 Oktober, dengan jumlah 5.000 dosis untuk tahap pertama dan 5.000 dosis tahap kedua pada November 2021.

"Semoga kegiatan vaksinasi ini bisa berkelanjutan terhadap instansi lainnya. Karena kita memang harus bersama-sama agar pandemi berakhir," ujarnya.

Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo menambahkan, target 10.000 dosis vaksin ini akan diberikan kepada pekerja dari serikat buruh, driver ojek online, masyarakat, lansia dan difabel. Melalui vaksinasi diharapkan membuat masyarakat dan pekerja bisa kembali produktif.

"Kami mengapresiasi kolaborasi hari ini untuk mempercepat herd immunity," ungkapnya.

Tegakkan Protokol Kesehatan

Vaksinasi Covid-19
Vaksinasi Covid-19

Mewakili Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kapok Sahli Kodam I/BB Brigjen TNI Junaidi mengingatkan kepada penerima vaksin untuk merasa tidak kebal meski telah divaksin. Dia meminta protokol kesehatan tetap ditegakkan.

"Kita semua berharap pandemi segera berakhir. Melalui vaksinasi yang dilakukan kali ini, BPJamsostek bekerja sama Kodim 0201/Medan berupaya menurunkan angka Covid-19," tandasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel