Wagub Uu Pamer Desa di Jabar Ubah Sampah Jadi Cuan

Raden Jihad Akbar, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, mengimbau masyarakat untuk mengubah pola prilaku dalam menangani sampah. Bahkan, di masa pandemi COVID-19 saat ini, pengelolaan sampah dapat menjadi sektor wirausaha kreatif dengan daur ulang maupun level industri untuk kepentingan ketersediaan energi alternatif.

Hal tersebut disampaikan Uu disela memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2021 Tingkat Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan komunitas pemerhati lingkungan se Jawa Barat secara virtual.

"Sampah jangan jadi masalah, tapi sampah harus dijadikan anugrah. Kenapa? Kalau dulu sampah tidak bisa dimanfaatkan menjadi uang, tetapi hari ini dengan berbagai cara disamping bisa dimanfaatkan untuk hal hal lain tetapi dengan dipilih dan dipilah sampah bisa menghasilkan uang," ujar Uu di Gedung Sate Kota Bandung Jawa Barat, Rabu 10 Maret 2021.

Baca juga: GAPMMI Tegaskan Heboh Bahaya BPA Galon Guna Ulang Itu Hoax

Uu menuturkan, salah satu daerah yang layak dicontoh dalam penanganan sampah yaitu Cirebon. Desa di Cirebon melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah memberlakukan penanganan sampah jadi usaha kreatif yang mempu mengahasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"BUMDes menghasilkan uang dari sampah, sehingga aparatur desa ditambah insentif nya dari poengelolaan sampah kenapa tidak disaat hari ini (masa pandemi COVID-19)," katanya.

Uu menambahkan, masa pandemi COVID-19 yang merugikan banyak orang dari segi ekonomi dan diterpa bencana alam banjir di beberapa daerah, perlu diakui disebabkan tumpukan sampah. Bahkan, lanjut Uu, budaya membuang sampah ke sungai masih jadi kebiasaan.

"Bencana kadang disebabkan oleh sampah, karena memang kalau lihat sungai sungai masih ada orang yang membuang ke sungai. Dengan peringatan (hari sampah) ini bisa meningkatkan komitmen, sampah harus jadi sumber kehidupan," katanya.

Uu memastikan, jika masyarakat konsisten dalam menangani sampah, tidak hanya akan mendapatkan dampak ekonomi yang membaik.

"Melainkan masalah kesehatan, kalau kita peduli terhadap pengelolaan sampah ada efek domino, tidak akan ada bencana, tidak akan memicu penyakit - penyakit, menjadi sumber keuangan," terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Prima Mayaningtyas menambahkan, gagasan utama dalam memperingati hari sampah kali ini yaitu bagaimana sampah ini menjadi bahan baku untuk meningkatkan perekonomian di masa pandemi COVID-19.

"Upaya penanganan sampah dengan memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor usaha pengumpulan dan pengangkutan sampah industri, industri daur ulang, composting dan bio gas serta industri sampah menjadi energi alternatif," ungkapnya.