Wah, Bekas Pembalut Wanita Tuntun Kopassus Buru Gerombolan OPM

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Proses pencarian jejak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKSB), Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang dilakukan oleh tim Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bukan perkara mudah. Namun demikian, titik terang keberhasilan muncul saat ditemukan sejumlah bukti bahwa gerombolan OPM menyekap sandera dari Tim Lorentz 95.

Dalam berita Senin 9 Februari 2021 VIVA Militer melaporkan, sebuah tim khusus dibentuk dan diterjunkan langsung ke Papua yang saat itu bernama Irian Jaya, oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus saat itu, Brigjen TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo.

Berita sebelumnya juga menampilkan kesaksian mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, yang juga jadi salah satu personel yang ikut meringkus kelompok OPM saat itu.

Menurut keterangan Nyoman, mencari jejak gerombolan pemberontak OPM tidak semudah membalik telapak tangan. Medan yang luas dan terjal serta cuaca dingin, menyulitkan tim Kopassus untuk melakukan pencarian jejak. Apalagi saat itu, tim Kopassus yang dikerahkan hanya bermodal peta sungai yang bergambar garis-garis.

Namun demikian, sepak terjang tim Kopassus yang tak kenal lelah berbuah hasil. Dikatakan Nyoman, ia yang saat itu masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) TNI, menemukan sebuah bivak yang diyakini baru satu atau dua hari ditinggal gerombolan OPM.

Dari situ lah, titik terang proses pencarian jejak terlihat. Setelah menganalisa bivak, Nyoman dan pasukannya kembali mengikuti jejak yang lebih pasti.

"Alhamdulillah, kita menemukan titik tanda pada waktu itu. Saya menemukan bivak mereka, cukup besar, baru satu dua hari ditinggalkan. Kemudian kita analisa bivak mereka, kemudian kita ikuti jejak mereka," ucap Nyoman.

Setelah menemukan bivak, para anggota Kopassus tetap harus bersabar dan fokus dalam pencarian jejak. Pasalnya, perlu waktu berhari-hari untuk kembali mengikuti jejak itu.

Usai penemuan bivak, Nyoman juga mengatakan bahwa ia dan pasukannya kembali mendapati bukti-bukti lain. Beberapa diantaranya adalah sejumlah bungkus permen yang diduga dimakan oleh sandera atau anggota OPM.

Namun yang paling membuat Nyoman yakin bahwa proses penjejakan tim Kopassus berhasil adalah, ditemukannya potongan tisu dan bekas pembalut wanita.

"Akhirnya kami mendapatkan jejak yang kira-kira yakin, di mana dengan ditemukan ada beberapa mereka tinggalkan bungkus permen. Ini kami ikuti berhari-hari, kami juga menemukan sejenis tisu. Dan yang paling penting, kami menemukan alat pembalut wanita. Di sini lah yang menjadikan tanda bahwa penjejakan kami berhasil," kata Nyoman.