Wah, Negara Ini Punya Empat Ibu Negara!

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG ---Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma siap untuk menikah lagi untuk kali keempat. Artinya, Afrika Selatan akan menjadi negara yang memiliki empat ibu negara.

Seorang pengusaha kelahiran Durban Bongi Ngema akan menikah dengan Zuma yang berusia 70 tahun itu di kampung halamannya di desa Nkandla. Upacara pernikahan akan dilaksanakan secara tradisional dengan adat Zulu.

Kehidupan pribadi Zuma sangat tertutup meskipun rasa ingin tahu publik terhadap presidennya sangat besar. Rincian mengenai pernikahan, cerita tentang para istri dan 21 anaknya tak pernah diungkap ke publik.

"Saya tidak bisa membuka rincian mengenai kehidupan pribadi mereka," kata juru bicara presiden Mac Maharaj ketika ditanya berapa usia pengantin perempuan.

Mac menambahkan, ia menghormati hak mereka dan hak anak-anak mereka. Ia, katanya, harus menghormati privasi mereka.

Afrika Selatan secara hukum tidak memiliki 'Ibu Negara' meskipun pemerintah menyediakan sekretaris dan dukungan kenegaraan kepada para istri presiden. Calon pengantinnya akan diperlakukan sebagai ibu negara begitu Zuma membayar 'lobola'. Lobola adalah hadiah bagi keluarga calon pengantin perempuan yang biasanya berupa hewan ternak atau uang tunai sebagai bentuk pertunangan.

Jika melakukan perjalanan ke luar negeri, biasanya Zuma akan membawa salah satu istrinya. Para istri secara bergantian akan menemani suaminya tersebut. Pada acara-acara besar, misalnya upacara inagurasi, semua istrinya dan tunangannya hadir. Namun, tempat kehormatan diberikan bagi istri pertama, Sizakele Khumalo.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.