Wah, UGM Dapat Bantuan Mesin PCR dan Alat Kesehatan Senilai Rp2,3 Miliar

·Bacaan 1 menit
Petugas medis melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada warga di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Pemerintah dalam waktu dekat akan meningkatkan testing dan tracing di wilayah padat penduduk. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Yogyakarta - Mendukung penanggulangan pandemi Covid-19 PT Langit Pandu Anugerah memberikan 15 mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dan alat kesehatan (alkes) senilai Rp2,3 miliar ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna Sugarda menyampaikan apresiasi atas bantuan mesin PCR dan alkes yang diberikan kepada UGM.

"Kita senang dan bangga atas bantuan ini. Kami sangat berterima kasih dan semoga bisa mendukung dalam penanggulangan pandemi serta kegiatan riset kita," ujarnya.

Menurut Paripurna, dengan bantuan ini, mendorong UGM ikut membantu pemerintah DIY dalam menekan laju penyebaran Covid-19.

"DIY masih di level 4 sedangkan DKI Jakarta sudah turun level 3, tentu ini merupakan tantangan bagi kita menurunkan level tersebut dengan pelayanan dan pengobatan yang semakin baik," jelasnya.

Direktur Operasional PT Langit Pandu Anugerah Agus C Wirawan mengatakan, bantuan mesin PCR dan peralatan kesehatan menjadi bentuk komitmen untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi. Salah satunya, memberikan bantuan kepada UGM yang sudah ikut serta membantu penanggulangan Covid-19 di DIY.

"Kita tahu hampir semua negara terkena pandemi, kita ingin memberikan sumbangsih untuk mendukung pemerintah menanggulangi dampak pandemi," katanya.

Mesin PCR ini, menurutnya, dapat membaca hasil tes swab dalam tempo dua jam dengan banyak sampel sekaligus. Bahkan, tidak hanya untuk deteksi Covid-19 saja, tetapi juga bisa digunakan untuk tes sampel dengue dan malaria.

"Saya berharap bantuan bisa segera digunakan dan bermanfaat bagi UGM," dia menandaskan.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel