Wahidin Ajukan Pengunduran Diri Sebagai Wali Kota

Tangerang (ANTARA) - Wali Kota Tangerang, Banten, Wahidin Halim mengajukan surat pengunduran diri ke DPRD terkait pencalonannya sebagai calon anggota legislatif DPR RI.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Heri Rumawatin di Tangerang, Jumat, mengatakan, surat pengunduran diri Wahidin Halim sebagai wali kota telah diterima DPRD pada hari Rabu (8/5).

"Suratnya sudah kita terima pada hari Rabu, meskipun surat itu telah dibuat pada hari Senin (6/5)," katanya.

Tindak lanjut dari surat tersebut, kata Heri, DPRD Kota Tangerang akan melakukan sidang paripurna pada hari Selasa (14/5).

Nantinya, kata Heri, Wahidin Halim akan membacakan surat pengunduran diri tersebut di hadapan peserta sidang paripurna. Kemudian, peserta sidang akan menjawab dari pernyataan Wahidin.

"Pak Wahidin Halim akan membacakan surat pengunduran diri dan kemudian dijawab oleh peserta sidang," tambah Heri Rumawatine.

Hasil sidang paripurna tersebut, lanjut Heri, akan dikirim ke Gubernur Banten untuk ditindak lanjuti ke Kementerian Dalam Negeri.


Surat dari kementrian dalam negeri itu, akan menjadi pegangan bagi Wahidin Halim untuk proses pencalegan sebagai anggota DPR RI.

"Pak Wahidin harus menerima surat putusan dari Kemendagri sebelum penetapan DCT. Hal itu sebagai proses pemberkasan," katanya.

Di dalam surat balasan dari Kemendagri, akan juga dilakukan pengangkatan kepada Wakil Wali Kota untuk menggantikan posisi Wali Kota. "Wakil Wali Kota akan naik menjadi wali kota karena jabatannya kosong," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penjaringan Caleg Partai Demokrat (PD) Suaidi Marasabessy mengatakan, Wahidin Halim dipastikan masuk dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) Partai Demokrat Dapil III Provinsi Banten untuk menjadi anggota DPR RI dengan nomor urut dua.

Meski sudah masuk dalam DCS Partai Demokrat, Suaidi mengatakan, Wahidin Halim harus tetap melengkapi berkas hingga penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT). Pengumuman DCT akan dikeluarkan KPU pada tanggal 9 - 22 Agustus.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.