Wajah Baru PBNU, Banyak Politikus dan Perempuan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengumumkan susunan kepengurusan PBNU periode 2022-2027. Ada banyak wajah baru dalam kepengurusan PBNU di bawah nakhoda Gus Yahya, mulai dari kalangan politikus hingga perempuan.

Gus Yahya mengakui bahwa kepengurusan PBNU periode 2022-2027 yang dibentuknya sangat gemuk. Hal ini dikarenakan PBNU ingin mengakomodasi semua pihak dari berbagai latar belakang profesi maupun daerah.

"Dari segi kedaerahan, seluruh terwakili dalam jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Sehingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang kita miliki saat ini adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang berwajah Nusantara," katannya dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/1/2022).

Gus Yahya juga mengungkapkan alasan memasukkan sejumlah tokoh politik ke dalam kepengurusan PBNU periode 2022-2027. Ini merupakan bagian dari strateginya. Sebab, menurut dia, PBNU tidak bisa sepenuhnya bersih dari partai politik.

"Strategi kami adalah dengan memasukkan unsur-unsur dari berbagai kepentingan politik yang berbeda sehingga satu sama lain sama-sama saling menjaga. Karena kalau kita bersihkan dari politisi sama sekali, tetap saja nanti kepentingan politik akan berusaha masuk," ujarnya menjelaskan.

Sejumlah politikus yang masuk jajaran PBNU 2022-2027 antara lain, Politikus Golkar Nusron Wahid yang menjabat Wakil Ketua Umum. Kemudian, Politikus PDIP Mardani Maming ditunjuk menjadi Bendahara Umum PBNU.

Lalu dua nama yang dekat dengan PKB, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saefullah Yusuf. Gus Ipul didapuk menjadi Sekjen PBNU, sementara Khofifah menjadi Ketua Bidang.

Gus Yahya menyebut, dengan menggandeng berbagai partai politik, mereka akan saling menjaga satu sama lain. Menurut dia, cara ini dapat menjaga PBNU tetap netral dari kepentingan-kepentingan politik.

"Justru dengan memasukkan orang-orang yang sudah mengetahui latar belakang politik seperti Nusron (dari) Golkar, PDIP, kemudian nanti ada PKB, dan sebagainya, mereka saling menjaga," katanya.

"Sehingga ketika mereka mengeluarkan atau bertindak menyampaikan sesuatu yang miring terhadap kepentingan politik masing-masing itu bisa langsung ketahuan, tidak bisa klaim sebagai sesuatu yang netral," sambung Yahya.

Putra KH Cholil Bisri ini pun memastikan, PBNU akan tetap independen meski ada sejumlah politikus yang masuk dalam kepengurusan. Dia menjamin, PBNU tetap menjaga jarak dengan kepentingan partai politik.

"Sebagaimana kita tegaskan, kita ambil jarak secara sama dan setara dengan berbagai kepentingan politik yang ada di sekitar kita," ucap Gus Yahya.

Cetak Sejarah Melibatkan PBNU

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa memberi sambutan dalam Harlah ke-73 Muslimat NU di SUGBK, Jakarta, Minggu (27/1). Khofifah mengatakan kader yang hadir datang dari berbagai daerah luar Ibu Kota. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa memberi sambutan dalam Harlah ke-73 Muslimat NU di SUGBK, Jakarta, Minggu (27/1). Khofifah mengatakan kader yang hadir datang dari berbagai daerah luar Ibu Kota. (Liputan6.com/Johan Tallo)

KH Yahya Cholil Staquf juga membuat terobosan dengan memasukkan tokoh peremuan dalam kepengurusan PBNU periode 2022-2027. Dia menyebut, ini pertama kalinya PBNU diisi pengurus perempuan, sejak Nahdlatul Ulama didirikan pada 1926 silam.

"Sejak awal didirikan sebenarnya tidak ada pembatasan di PBNU. Sekarang tokoh perempuan dimasukkan karena memang ada kebutuhan yang mendesak," kata Gus Yahya.

Sejumlah tokoh perempuan yang masuk kepengurusan PBNU yakni, Nyai Nafisah Sahal Mahfudz, Istri Presiden keempat RI Nyai Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid, dan Nyai Mahfudloh Ali Ubaid. Mereka masuk ke dalam jajaran Mustasyar.

Sementara di jabatan A’wan PBNU ada Nyai Nafisah Ali Masum, Nyai Badriyah Fayumi, serta Nyai Ida Fatimah Zaenal. Kemudian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Putri Gus Dur Alissa Qotrunnada Wahid didapuk sebagai Ketua PBNU.

Gus Yahya mengatakan, bahwa ada masalah besar terkait isu perempuan yang harus diselesaikan. Oleh sebab itu, dia menunjuk sejumlah tokoh perempuan tangguh dan kuat menjadi pengurus PBNU.

"Ada masalah-masalah besar terkait isu perempuan. Kita ajak tokoh perempuan yang paling tangguh dan kuat, seperti Ibu Khofifah yang nanti akan kita andalkan, juga Ibu Alissa," jelas Gus Yahya.

Sementara itu, Alissa Wahid mengaku senang para perempuan dilibatkan dalam kepengurusan PBNU. Dia menuturkan bahwa masuknya perempuan dalam jajaran kepengurusan PBNU merupakan terobosan yang sangat penting.

"Sejak awal NU kita sadari ruang perempuan sangat besar. Selama ini tokoh-tokoh perempuan NU tidak hanya mengurusi kiai tapi juga pondok putri, juga pengajian dan kegiatan di ruang publik juga banyak diurusi Bu Nyai," tutur putri Gus Dur itu.

Sedangkan Khofifah Indar Parawansa menilai peran perempuan NU harus diperkuat dalam menyongsong 100 tahun usia NU. Peningkatan akan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi pertimbangan serius yang harus diperjuangkan.

"Saya mencontohkan kalau ada 10 ibu di Jatim, 7 adalah muslimat dan 5 di antaranya biasanya kurang mampu. Ini menjadi proses peningkatan IPM yang harus diprioritaskan NU," ucap Khofifah.

Susunan kepengurusan PBNU periode 2022-2027 ini ditetapkan di Jakarta pada Rabu, 12 Januari 2022. Gus Yahya menegaskan, keputusan tentang susunan kepengurusan PBNU tersebut berlaku mulai tanggal ditetapkan.

"Keputusan berakhir pada 12 Januari 2027 Masehi," ucap Yahya Chalil Staquf.

Daftar susunan kepengurusan PBNU periode 2022-2027, selengkapnya bisa di klik di tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel