Wajah Semringah Jemaah Haji Indonesia Tak Sabar Tiba di Madinah

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak lima kloter jemaah haji akan menuju Madinah, hari ini. Pemberangkatan dimulai sejak pagi tadi dan bergelombang. Kloter paling awal diberangkatkan dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede.

Meski telah berada di Makkah selama lebih kurang 23 hari, jemaah tampak antusias menuju Madinah. Mereka tak sabar memulai ibadah salat arbain atau salat fardhu 40 waktu tanpa putus.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian ibadah haji sudah selesai di Makkah, sekarang ke Madinah mau arbain dan sunah-sunah ziarah," kata Junaidi Kurniawan, jemaah asal Asahan, Sumatera Utara, Kamis (21/7).

Jemaah mengaku berterima kasih pada panitia yang memberikan pelayan terbaik untuk jemaah. Sehingga merasa kerasan selama berada di Makkah.

"Pelayanan mantap," ucapnya singkat sembari acungkan jempol.

Rukiah, jemaah asal Medan, juga tak sabar segera tiba di Madinah. Dia sudah tak sabar memanjatkan doa-doa selama arbain di Masjid Nabawi termasuk di Raudhah.

"Senang bisa ke Madinah, mau arbain. Saya akan doakan anak-anak dan keluarga supaya bisa ke sini kita juga bisa balik lagi," katanya tersenyum.

Kepala Daker Makkah Mukhammad Khanif ikut melepas pemberangkatan jemaah menuju Madinah. Dia pastikan jemaah yang diberangkatkan ke Madinah sudah menjalankan Thawaf Wada' (perpisahan).

"Alhamdulillah, lima kloter dengan 1.932 jemaah hari ini mulai berangkat ke Madinah. Ini sekaligus menandai fase keberangkatan jemaah ke Madinah yang akan berlangsung sejak hari ini sampai 4 Agustus mendatang," terang Khanif saat ikut melepas keberangkatan jemaah kloter 8 Embarkasi Medan (MES 08) ke Madinah di Raudhah-Makkah.

MES 08 adalah kloter kedua yang berangkat ke Madinah. Sebanyak 9 bus yang membawa 393 jemaah ini bergerak mulai pukul 09.20 WAS. Sebelumnya, jemaah kloter 24 Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG 24) berangkat jam 07.00 WAS.

"Jemaah yang meninggalkan Makkah, sudah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya," tegas Khanif.

Kepada jemaah, Khanif mengingatkan bahwa cuaca di Madinah relatif lebih panas. Karenanya, jemaah diminta untuk membiasakan diri menggunakan alat pelindung. Misalnya payung atau lainnya, agar tidak terkena paparan langsung sinar matahari. Jemaah juga diminta untuk memperbanyak minum, tidak menunggu haus untuk minum.

"Simpan dengan baik alas kaki saat ke Masjid Nabawi dan jangan sampai ketinggalan. Alas kaki sangat penting agar kaki jemaah tidak kepanasan atau bahkan melepuh," pesannya.

Khanif juga meminta jemaah mematuhi sejumlah larangan yang diberlakukan otoritas Madinah. Seperti tidak mengambil gambar di sekitar Masjid Nabawi secara berlebihan, apalagi sampai membentangkan spanduk. Jemaah juga agar tidak merokok di sekitar Nabawi dan hotel tempat tinggal.

"Saudi memperketat aturan merokok. Ada denda hingga 200 Riyal Saudi atau sekitar 800 ribu rupiah di tempat-tempat yang dilarang. Misalnya, di Masjid Nabawi dan sekitarnya. Ini harus jadi perhatian jemaah," pesannya.

Terakhir, Khanif mengucapkan terima kasih kepada jemaah yang selama di Makkah senantiasa tertib dan mematuhi aturan.

"Semoga menjadi haji mabrur dan sehat hingga kembali ke Tanah Air. Aamiin," kata Khanif. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel