Wajah New York Fashion Week Kini Tak Seperti Dulu Lagi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ada sederet kota di seantero jagat yang disebut sebagai kiblat fashion dunia, termasuk New York. Tidak heran, penyelenggaraan New York Fashion Week jadi salah satu pekan mode bergengsi yang bertabur koleksi dari desainer, rumah mode ternama, hingga pesohor dunia.

Dilansir dari laman CNN, Selasa (16/2/2021), New York Fashion Week pernah jadi panggung utama bagi desainer Negeri Paman Sam. Namun, gagasan tersebut terputus bertahun lalu karena deretan desainer memilih tampil di tempat lain atau di luar tanggal kalender resmi.

Terlebih, pandemi Covid-19 turut menonjolkan tren itu. Larangan perjalanan, tantangan logistik, kesehatan, dan keselamatan yang terkait acara besar telah mengubah ide pekan mode di kota manapun menjadi konsep yang cukup longgar.

Hal tersebut ditandai dengan banyak desainer yang memilih film pendek atau presentasi kreatif lainnya sebagai pengganti pertunjukan langsung. New York Fashion Week dimulai pada Minggu, 14 Februari 2021, dengan gelaran hampir seluruhnya digital.

Gelaran ini tidak akan menampilkan desainer-desainer ternama yang show mereka sempat berada di posisi utama dalam jadwal, seperti Calvin Klein, Ralph Lauren, Marc Jacobs, hingga Michael Kors. Semua desainer tersebut absen dengan rencana ke depan yang tidak jelas.

"Di mana pun atau bagaimanapun desainer Amerika memilih untuk memamerkan koleksinya, adalah tugas kami sebagai CFDA untuk menghormati pernyataan misi asli kami dan untuk membantu mempromosikan dan mendukung fesyen Amerika," bunyi keterangan Tom Ford selaku Ketua Council of Fashion Designers of America (CFDA) dalam surat yang dirilis akhir Januari.

Ford melanjutkan, pihaknya akan mempublikasikan jadwal, tidak hanya jadwal desainer yang tampil di New York selama New York Fashion Week, tetapi juga para desainer Amerika yang mengunggah jadwal independen maupun tampil di luar negeri.

Ia menjadi salah satu desainer dunia yang memilih mengadakan peragaan busana di berbagai kota dan negara yang jauh dari jadwal New York Fashion Week. Pada Februari tahun lalu, Ford membawa acaranya ke Hollywood, menggelar acara yang dipenuhi selebritas.

Hadapi Tantangan

Para model memeragakan kreasi busana dari koleksi Musim Semi/Panas 2021 Vivienne Hu dalam ajang New York Fashion Week (NYFW) di New York, Amerika Serikat, 15 September 2020. Di tengah pandemi COVID-19, sebagian besar peragaan busana dalam NYFW tahun ini digelar secara daring. (Xinhua/Mike Coppola)
Para model memeragakan kreasi busana dari koleksi Musim Semi/Panas 2021 Vivienne Hu dalam ajang New York Fashion Week (NYFW) di New York, Amerika Serikat, 15 September 2020. Di tengah pandemi COVID-19, sebagian besar peragaan busana dalam NYFW tahun ini digelar secara daring. (Xinhua/Mike Coppola)

Gabriela Hearst, yang merilis mereknya di New York, bergerak untuk tampil selama Paris Fashion Week Oktober lalu. Ia mengutip kekhawatiran soal jejak karbon perusahaannya.

"Salah satu produsen karbon terbesar kami adalah pengangkutan koleksi kami, yang sebagian besar adalah dibuat di Italia. Selalu menjadi impian bagi setiap desainer untuk tampil di Paris. Ini adalah waktu bagi kami untuk mewujudkan impian ini," jelasnya.

Tommy Hilfiger juga dikenal menggelar pertunjukan jauh dari New York, khususnya di Paris dan London selama musim sebelumnya. Sementara, Steven Kolb, CEO CFDA menyebut pra-pandemi, di mana industri fashion jadi lebih global dan pihaknya melihat beberapa label fashion Amerika ingin tampil di luar New York.

Menurut Kolb, langkah ini kerap dikaitkan dengan keputusan strategis yang bertujuan untuk tumbuh di pasar baru, atau terkait dengan pembukaan toko baru di kota lain. Namun ketika pandemi melanda, prospek untuk ditampilkan di kalender resmi September lalu menjadi menakutkan bagi beberapa merek yang, karena masalah produksi dan arus kas, berjuang untuk memproduksi koleksi tepat waktu sesuai jadwal resmi.

"Masuk akal untuk mulai memikirkannya secara lebih luas. Masuk akal untuk merangkul merek-merek yang bukan bagian dari tanggal Pekan Mode New York untuk musim khusus ini," lanjut Kolb.

Namun menurut Kolb, perubahan itu bukan pertanda berakhirnya New York Fashion Week. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai peluang yang mungkin bagi fesyen Amerika di panggung global.

"Kami tidak akan pernah mengabaikan nilai pekan mode di kota (dan) manfaatnya bagi perekonomian kota, apa artinya secara budaya bagi kota itu. Jadi penting bagi kami saat kami berbicara tentang Kalender Koleksi Amerika, jadwal desainer Amerika yang luas dan merangkul ini, yang selalu kami soroti dan tekankan pekan mode, karena validitas seputar hal itu masih penting," jelasnya.

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: