Wajib Pakai Masker di Transportasi Umum AS Berlaku hingga 18 Januari 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) Amerika Serikat memperpanjang persyaratan federal kepada para pelancong di transportasi umum. Mereka wajib mengenakan masker pada penerbangan komersial, bus, dan kereta api hingga 18 Januari 2021.

Langkah itu adalah tanda terbaru dari kekhawatiran terus-menerus di dalam pemerintah federal tentang penyebaran Covid-19. Maskapai termasuk Southwest dan Spirit telah memperingatkan tentang penurunan pemesanan dan pembatalan yang lebih tinggi, tren yang mereka tuduhkan pada varian delta yang menyebar cepat dari virus corona.

“Tujuan dari arahan masker TSA adalah untuk meminimalkan penyebaran Covid-19 di transportasi umum,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari cnbc, Sabtu (21/8/2021).

Aturan masker saat ini, yang bertujuan untuk mengekang penyebaran virus, diperpanjang musim semi ini hingga 13 September 2021. Hal tersebut juga sudah disampaikan kepada pihak maskapai.

Administrasi Keamanan Transportasi menolak berkomentar. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit tidak segera berkomentar.Perpanjangan ini mencakup periode sibuk tradisional untuk perjalanan udara seperti liburan Thanksgiving dan Desember 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Patuhi Syarat Masker

Siluet pelancong dengan masker di samping kopernya di Bandara Internasional Los Angeles di Los Angeles, California, 23 November 2020. Sekitar 1 juta orang Amerika memadati bandara dan pesawat menjelang libur Thanksgiving pekan ini bahkan saat kematian akibat COVID-19 melonjak. (AP Photo/Jae C. Hong)
Siluet pelancong dengan masker di samping kopernya di Bandara Internasional Los Angeles di Los Angeles, California, 23 November 2020. Sekitar 1 juta orang Amerika memadati bandara dan pesawat menjelang libur Thanksgiving pekan ini bahkan saat kematian akibat COVID-19 melonjak. (AP Photo/Jae C. Hong)

Eksekutif maskapai mengatakan sebagian besar penumpang mematuhi persyaratan masker. Namun, sebagian besar laporan wisatawan nakal tahun ini terkait dengan wisatawan yang diduga menolak memakai masker.

Administrasi Penerbangan Federal mengatakan telah menerima 3.889 laporan penumpang nakal tahun ini hingga Senin, 16 Agustus 2021, hampir 74 persen di antaranya terkait dengan pelanggaran penggunaan masker. Asosiasi Pramugari, serikat pekerja untuk sekitar 50.000 pramugari di 17 maskapai penerbangan, mengatakan perpanjangan itu "akan sangat membantu" untuk menjaga keselamatan pelancong dan staf.

“Sementara vaksinasi telah menjadi kunci untuk peningkatan permintaan perjalanan udara, tingkat vaksinasi yang tertinggal dan peningkatan varian Delta telah menyebabkan kasus meroket lagi – mengancam nyawa, mutasi virus yang berkelanjutan, dan pemulihan dari pandemi ini,” kata Presiden Internasional AFA (Association of Flight Attendants), Sara Nelson, kata dalam sebuah pernyataan.

Penumpang Pesawat

Ilustrasi penumpang pesawat (Dok.Unsplash)
Ilustrasi penumpang pesawat (Dok.Unsplash)

Kasus penumpang menolak pakai masker tak sedikit terjadi di AS. Pada Juli 2021 lalu, wanita asal Florida terpaksa ditangkap polisi karena menolak pakai masker.

Penumpang tersebut juga meludahi penumpang lain saat polisi membawanya ke luar dari peswat. Sebelum polisi tiba, perempuan tersebut sempat menolak pakai masker dan membuat keributan.

Alaska Airlines pun sempat melarang 14 penumpang yang menolak pakai masker. Mereka juga melecehkan awak kabin selama penerbangan.

Pakai Masker Harga Mati, Tidak Pakai Bisa Mati

Infografis Pakai Masker Harga Mati, Tidak Pakai Bisa Mati (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pakai Masker Harga Mati, Tidak Pakai Bisa Mati (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel