Wajib Tahu, 4 Tips Bertahan Hidup dalam Situasi Darurat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banyak mitos yang telah beredar di masyarakat bahkan masih dipercaya hingga kini. Seperti mitos berdiri di bawah pohon saat hujan petir itu aman. Namun faktanya, berlindung di bawah pohon saat badai malah membuat Anda akan tersambar petir dan bisa menyebabkan kematian.

Agar tetap aman dan tak terluka, terutama dalam situasi darurat, berikut beberapa tips bertahan hidup yang penting untuk Anda pelajari.

Penasaran apa saja? Berikut ulasannya, seperti melansir dari Bright Side, Minggu (24/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Pegang pergelangan kaki saat hujan petir

Ilustrasi badai (Gambar oleh Abel Escobar dari Pixabay)
Ilustrasi badai (Gambar oleh Abel Escobar dari Pixabay)

Jika Anda berada di luar selama hujan petir tanpa tempat perlindungan yang aman, Anda perlu menyatukan kaki dan memegang pergelangan kaki dengan kepala ditekuk sejauh mungkin.

Ini akan membantu melindungi Anda dari petir dengan memberikannya rute yang lebih cepat melalui tubuh Anda ke tanah.

Ini juga pilihan yang lebih baik daripada berdiri di bawah pohon atau berbaring di tanah, yang berbahaya.

2. Saat banjir, jangan berjalan di atas air setinggi 6 inci

Ilustrasi banjir. (dok. pixabay/@hermann)
Ilustrasi banjir. (dok. pixabay/@hermann)

Air bisa menjadi kekuatan alam yang sebenarnya, terutama saat banjir. Air banjir setinggi 6 inci yang bergerak bahkan bisa menjatuhkan Anda dan membuat Anda terluka.

Hanya 30 cm air banjir memiliki kekuatan yang cukup untuk menyapu mobil Anda. Jadi, meskipun air tampaknya tidak terlalu dalam atau deras, sebaiknya hindari dengan cara apa pun atau temukan air tenang yang bisa Anda lewati.

3. Tetap di tempat rendah saat kebakaran liar

Ilustrasi kebakaran. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Ilustrasi kebakaran. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Api sebenarnya merambat lebih cepat ke atas saat udara panas naik. Bahkan, kecepatannya bisa berlipat ganda setiap 10 derajat kemiringan ke atas.

Oleh karena itu, Anda harus menghindari tempat yang tinggi jika memungkinkan atau lari ke lereng yang lebih rendah di sisi lain bukit.

Jika Anda terjebak oleh api, maka Anda bisa berlari ke arah api untuk menemukan celah di mana Anda bisa menyeberangi tepi api.

4. Gunakan kaleng soda dan botol air untuk membuat air asin bisa diminum

Ilustrasi Air Minum/ Pixabay
Ilustrasi Air Minum/ Pixabay

Untuk mengubah air asin menjadi air minum, Anda harus memotong bagian atas kaleng soda dan mengisinya dengan air asin.

Selanjutnya, potong bagian bawah botol air plastik yang lebih besar dan putar bagian bawahnya ke atas untuk membuat pelek.

Lalu tempatkan kaleng di dalam botol air, biarkan di bawah sinar matahari dan tunggu. Air akan menguap dan menyaring ke tepi, itu akan menghilangkan garam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel