Wajib Tahu, Ini Cara Memilih Hewan Kurban Terbaik untuk Idul Adha

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Selain Idul Fitri, Idul Adha juga menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh umat Islam. Ibadah kurban Idul Adha, bukan saja menjadi kegembiraan dan wujud syukur dari pelaksanaanya (Shohibul Qurban), namun juga bagi masyarakat sekitar yang menerimanya. Namun, perlu diingat bahwa ibadah kurban juga harus dilaksanakan dengan berkualitas dengan cara memilih hewan kurban terbaik.

Bagi yang berencana dan berniat untuk melaksanakan ibadah kurban tahun ini, pastikan bahwa hewan kurban yang dipilih adalah hewan kurban terbaik juga sesuai dengan syariah. Simak tips berikut ini, agar ibadah kurban berkualitas dan sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

1. Pilih Hewan Kurban yang Sehat

Pastikan hewan yang anda pilih untuk kurban nanti, adalah hewan yang sehat agar tidak membawa penyakit dalam daging. Beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan apakah hewan tersebut sehat atau tidak, bisa dilihat dari aspek berikut ini:

  • Bulu hewan bersih, tubuh tidak kurus, muka cerah, nafsu makan baik, lincah, dan suhu tidak demam

  • Perhatikan bagian lubang pada hewan kurban seperti mata, mulut, telinga, dan anus. Periksa, apakah ada cairan seperti lendir atau darah. Jika ada, maka hewan harus diperiksa

  • Periksa juga kotoran hewan karena kotoran menandakan kesehatan hewan tersebut. Sebaiknya pilih hewan yang kotorannya padat, tidak terlalu cair.

Hewan yang sehat tentu akan aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan penyakit pada manusia. Untuk itu, sebelum membeli hewan kurban pastikan kesehatannya prima ya.

2. Pastikan Hewan Kurban Tidak Cacat

Dalam sebuah hadits, disampaikan : Dari Al Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, “Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.” (Dikeluarkan oleh yang lima (empat penulis kitab sunan ditambah dengan Imam Ahmad). Dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Selain kesehatan fisik, pastikan hewan kurban tidak cacat karena sesuai dengan ketentuan syariah. Perhatikan fisik hewan dan jangan sampai ada bagian yang pincang, buta, telinga dalam keadaan tidak baik. Namun, pada bagian telinga, kecuali jika ada penanda lain, para ulama bersepakat bahwa itu bukan cacat.

3. Pilih Hewan Kurban Jantan

Sangat disarankan untuk kita memilih hewan kurban jantan. Tujuannya, agar hewan betina bisa dipastikan untuk bertahan dan mengendalikan populasinya, karena betina bertugas untuk reproduksi atau melahirkan hewan baru. Pastikan juga, hewan jantan yang dipilih tidak dikebiri, testis masih lengkap (dua buah), dan letaknya simetris.

4. Hewan Kurban Harus Cukup Umur

Dalam sebuah hadits disampaikan: Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba’.” (HR. Muslim).

Menurut syariah Islam disebutkan bahwa sebaiknya hewan kurban dipilih yang musinnah, yaitu hewan ternak yang sudah dewasa, diambil dari kata sinnun yang artinya gigi. Jadi maknanya adalah hewan kurban yang sudah tumbuh gigi serinya.

5. Pastikan Kebersihan Lokasi Pemeliharaan Hewan

Selain harus memeriksakan hewan kurban dalam aspek kesehatannya dan fisiknya ada yang cacat atau tidak, penting juga untuk memastikan kebersihan lokasi pemeliharaan hewan. Apakah ada tumpukan sampah atau kotoran yang menumpuk hingga berpotensi untuk menjadi penyakit.

6. Penyedia dan Penyelenggara Kurban Memiliki Sistem Quality Control

Jika akan berkurban, maka pilihlah penyedia jasa dan penyelenggara kurban yang memiliki sistem quality control. Artinya mereka memang profesional, amanah, dan sudah terbukti selama ini menyelenggarakan pemotongan kurban dengan benar serta sesuai syariah.

Penyelenggara yang baik, pasti akan mengontrol semua hewan kurbannya dalam aspek kesehatan, cacat atau tidaknya fisik hewan, hingga pemotongan yang sesuai dengan tuntunan Islam. Salah satunya, anda bisa mencoba untuk berkurban lewat Dompet Dhuafa.

Sejak tahun 1993, Dompet Dhuafa sudah melaksanakan program Tebar Hewan Kurban di seluruh pelosok Indonesia dan jutaan penerima manfaat yang sudah merasakan nikmatnya hewan kurban. Hal ini agar menghindari penumpukan daging kurban yang hanya ada di perkotaan.

Selain itu, Dompet Dhuafa juga memiliki sistem Quality Control yang baik. Quality control dilaksanakan sebulan sebelum pelaksanaan hingga mendekati hari raya Idul Adha. Semua hewan kurban dipastikan sehat dan berkualitas, termasuk soal bobotnya. Bobot standar hewan kurban Dompet Dhuafa adalah 25 kg untuk kambing standar, 33 kg untuk kambing premium, dan 230 kg untuk sapi.

Jika anda kesulitan untuk membeli dan menyiapkan hewan kurban sendiri, terlebih di masa pandemi seperti saat ini, berkurban melalui Dompet Dhuafa secara online adalah solusi terbaik. Terutama agar menghindari penularan Covid-19 yang lebih masif lagi. Anda hanya tinggal mengunjungi Portal Kurban Dompet Dhuafa.

Tidak perlu khawatir, karena setiap proses kurban dari mulai pembelian hingga pendistribusian nantinya akan dilaporkan langsung pada Sohibul Qurban melalui SMS dan Email. Jadi, pastikan hewan kurban anda berkualitas dan selamat menunaikan ibadah kurban di hari raya Idul Adha tahun ini!

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel