Wakapolri harapkan Masjid Miswandoko Kediri cegah radikalisme

Wakapolri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono mengharapkan dibangunnya Masjid Miswandoko di Desa Purwokerto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu, mengharapkan tempat ibadah tersebut dapat meningkatkan ketakwaan masyarakat dan mencegah paham radikalisme.

"Dibangunnya Masjid Miswandoko semoga bermanfaat tentunya untuk meningkatkan ibadah," ujar Gatot saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Miswandoko yang dirilis Mabes Polri.

Masjid Miswandoko dibangun dengan konsep kearifan lokal Jawa, memiliki luas 1.200 meter dengan lebar 600 meter, berada di Kecamatan Ngadiluwih.

Baca juga: Wakapolri siap berbagi pengalaman saat jadi dosen FH Unej

Gatot menaruh perhatian lebih terhadap pembangunan masjid tersebut, karena ada ikatan emosional dengan kampung halaman istrinya.

"Istri saya asli Ngadiluwih. Untuk rencana pembangunan Masjid Miswandoko ini sudah lama dan hari ini bisa terealisasi," katanya.

Gatot menekankan, dibangunnya Masjid Miswandoko ini untuk meningkatkan ibadah dan ketakwaan masyarakat agar terhindar dari ajaran-ajaran radikalisme.

Untuk itu, dia pun berharap pembangunan Masjid Miswandoko berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu.

Baca juga: Wakapolri ajak lulusan Universitas Jember turut bangun bangsa

"Saya ucapakan banyak terima kasih kepada semua pihak. Semoga pembangunan Masjid Miswandoko di Desa Purwokerto berjalan dengan lancar sampai tepat waktu," ujarnya.

Dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Miswandoko di Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri ini berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Hadir dalam acara tersebut pejabat Mabes Polri, Polda Jawa Timur, Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, Kapolres jajaran zona 4, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kepala BPN, kajari, kepala desa, dan tokoh agama.

Baca juga: BNPT: Peran kementerian/lembaga penting untuk cegah terorisme

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel