Wakapolri pastikan strategi pengamanan KTT G20 telah tersusun

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono memastikan strategi pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali sudah tersusun dengan baik, dilihat dari kegiatan tactical floor game yang dilaksanakan pada Kamis.

"TFG juga dapat digunakan sebagai wahana koordinasi dalam perencanaan operasi agar masing-masing satgas mengetahui peran dan fungsinya untuk menyukseskan dan mendukung berjalannya kegiatan G20," kata Wakapolri dalam keterangannya.

Komjen Gatot memimpin kegiatan TFG yang dilaksanakan di Gedung Perkasa Raga Garwita, Polda Bali. Turut hadir menyaksikan Irwasum Polri Komjen Polisi Agung Budi Maryoto, Kalemdiklat Polri Komjen Polisi Rycko Amelza Dahniel, Asops Kapolri Irjen Polisi Agung Setya Imam Effendi, Kakorlantas Polri Irjen Polisi Firman Santyabudi, Kapolda Bali Irjen Polisi Putu Jayan Danu Putra, serta pejabat utama Mabes Polri dan pejabat operasi pada Polda Bali yang ikut mendampingi kunjungan Wakapolri dalam rangka kesiapan pengamanan KTT G-20.

TFG adalah taktik militer yang biasa diterapkan untuk dapat berkoordinasi terkait peran dari setiap pihak yang terlibat dalam masa latihan atau manuver lapangan.

Menurut Gatot, kegiatan TFG sangatlah penting dilakukan guna memantapkan kesiapan para unsur yang terlibat dalam rangka mengamankan KTT G20 yang akan dilaksanakan di Bali pada pertengahan November mendatang.

"Hal ini merupakan tahapan dengan prosedur dan mekanisme yang harus dilakukan dalam menjalankan latihan secara bertingkat dan berlanjut dari tahapan sebelumnya," katanya.

Gatot berharap dengan dilaksanakannya TFG ini, Polri dan pihak terkait yang terlibat dalam pengamanan KTT G20 bisa menemukan hal-hal yang selama ini belum diprediksi sehingga dapat mengantisipasinya dan lebih matang dalam menghadapi kegiatan TFG tingkat selanjutnya.

Kapolda Bali Irjen Polisi Putu Jayan Danu Putra menyebutkan bahwa TFG kali ini merupakan bagian dari saran dan masukan terkait dengan TFG yang sebelumnya dilaksanakan di Gedung PRG, Mapolda Bali, dengan tambahan situasi dinamis saat pergerakan anggota yang sedang bertugas maupun pergerakan delegasi pada saat KTT G20.

"Pada tactical floor game yang kedua ini bertujuan mengetahui detail tentang pelaksanaan pengamanan, baik ring 1, 2 maupun 3, yang mungkin pada pelaksanaannya akan bergerak dinamis, namun sekiranya dengan perencanaan awal ini maka pelaksanaannya pun tidak akan jauh berubah walaupun pada saat event KTT G20 situasinya akan dinamis," kata Putu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Satake Bayu menambahkan kegiatan TFG ini begitu penting sehingga diperlukan keseriusan dan semangat yang tinggi dari seluruh personel Satgas Pamwil agar semuanya dapat berjalan dengan baik sesuai harapan.

"Polda Bali yang tergabung dalam Satgas Pamwil Bali bersama anggota yang BKO dari Mabes Polri dan beberapa polda terdekat terus berupaya menyukseskan acara tersebut dengan terus berkoordinasi dan berkolaborisasi bersama stakeholder yang ada di Provinsi Bali dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Satake.