Wakapolri: Sutarman, Budi Gunawan dan Anang Iskandar Calon Kuat Kapolri

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa nama calon Kapolri pengganti Jenderal Polisi Timur Pradopo mulai ramai dibicarakan. Nama-nama yang saat ini sudah pasti bertarung hanya ada tiga melihat dari umur dan kepangkatan.

Calon Kapolri minimal harus memiliki pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau bintang tiga. Melihat dari itu, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Nanan Soekarna mengungkapkan ada tiga nama yang memiliki syarat itu diantaranya Komjen Pol Sutarman, Komjen Pol Budi Gunawan, dan Komjen Pol Anang Iskandar.

"Yang jelas calon Kapolri bintang tiga, sekarang hanya ada tiga, Anang Iskandar, Budi Gunawan, Sutarman. Ya tiga itu sudah," kata Nanan saat ditemui dalam acara "Silaturahmi dan Tumpengan" Hari Ulang Tahun Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) ke 50 tahun di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2013).

Ketiga jenderal yang disebut Nanan tersebut masih memiliki masa tugas cukup panjang. Komjen Pol Sutarman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 1981 dan masih memiliki masa tugas sekitar dua tahun ke depan.

Kemudian, Komjen Pol Anang Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan jebolan akademi kepolisian tahun 1982 sehingga masih memiliki masa tugas sekitar tiga tahun ke depan.

Lalu, Komjen Pol Budi Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol). Ia merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 1983 sehingga masa tugasnya masih sekitar empat tahun.

Sebetulnya ada tiga nama lagi yang kini meduduki posisi jendral polisi berbintang tiga diantaranya Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri yaitu Komjen Pol Oegroseno. Tetapi dari faktor usia sudah kurang memadai. Oegro merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 1978 sehingga dalam satu tahun ke depan akan pensiun.

Begitu juga dengan Komjen Pol Imam Soedjarwo yang saat ini menduduki sebagai Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Imam merupakan jebolan Akademi Kepolisian angkatan 1980. Jendral bintang tiga ini akan pensiun pada akhir tahun 2013.

Jendral bintang tiga lainnya Komjen Pol Suparni Parto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Ia senasib dengan Imam Sudjarwo, pria jebolan Akademi Kepolisian tahun 1980 ini akan pensiun sebagai anggota Polri tidak lebih dari satu tahun ke depan.

Tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada nama-nama lain di luar jendral yang menyandang tiga bintang yang saat ini ada dikarenakan Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna akan memasuki masa pensiun pada Juli 2013. Sehingga ada satu nama jendral polisi bintang dua yang akan menduduki posisi jabatan bintang tiga dalam waktu dekat ini menjelang pergantian Kapolri Jendral Polisi Timur Pradopo pada Agustus 2013 mendatang.

Nama-nama ditataran Bintang dua yang masuk bursa calon Kapolri diantaranya Irjen Pol Badrodin Haiti yang kini menjabat sebagai Deputi Operasi Kapolri pun memiliki peluang menjadi Kapolri. Ia merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 1982 dan pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur. Nama lainnya, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya yang kini menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, ia merupakan jebolan Akademi Kepolisian angkatan 1981.

Jebolan Akademi Kepolisian tahun 1981 lainnya adalah Irjen Pol Saud Usman Nasution yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

Kemudian ada tiga nama dari angkatan 1984 yang kini menjabat sebagai Kapolda. Tiga nama tersebut diantaranya Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno yang kini menjabat Kapolda Metro Jaya. Pria jebolan Akademi Kepolisian tahun 1984 ini merupakan mantan ajudan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachyunadi pun memiliki kesempatan menduduki jabatan Kapolri. Ia merupakan jebolan Akademi Kepolisian angkatan 1984. Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Anas Yusuf pun memiliki peluang yang sama. Anas Yusuf merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 1984 sehingga dua orang ini

Siapa yang mengisi jabatan Kapolri pascalengsernya Jendral Polisi Timur Pradopo tentunya menjadi pertarungan jebolan-jebolan Akademi Kepolisian tahun 1981, 1982, 1983, dan 1984. Meskipun ada jendral lainnya yang kini sudah menyandang bintang dua dan sudah menjabat Kapolda yaitu Irjen Pol Tito Karnavian yang merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 1987.

Syarat tidak tertulis untuk menjadi seorang Kapolri yang seakan menjadi budaya adalah minimal seseorang yang pernah menjabat Kapolda tipe A atau Kapolda yang dijabat bintang dua seperti Sumatera Utara, Aceh, Sulawei Selatan, Papua, Bali, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Selatan.

Dikatakan Nanan, tidak menutup kemungkinan akan ada jendral yang belum berbintang tiga tetapi sudah dipersiapkan menjadi Kapolri seperti saat Timur Pradopo menjadi Kapolri.

Timur yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dalam waktu sehari langsung diangkat menjadi Kabaharkam Polri dan dilantik menjadi jendral bintang tiga, kemudian namanya langsung diserahkan ke istana dan ke DPR sebagai calon Kapolri. Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan Timur menyalip senior-seniornya termasuk Nanan Soekarna, Imam Sudjarwo, Oegroseno, termasuk Komjen Ito Sumardi yang kala itu menjabat sebagai Kabareskrim.

"Kita serahkan pada kebijakan, tapi kita berharap, terpilih Kapolri yang terbaik, buat polisi, buat Indonesia. Tidak penting siapa saja," ungkap Nanan.

Penggantian Kapolri rencananya akan dipercepat sebelum Timur Pradopo pensiun pada Januari 2014 mendatang. Dengan alasan untuk pengamanan agenda lima tahunan nasional yaitu Pemilu dan Pilpres 2014 maka pihak istana berencana akan mengganti Timur pada Agustus 2014.

Baca Juga:

  • Pergantian Kapolri Dipercepat Bukan karena Timur Pradopo Mengecewakan
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.