Wakil Bupati: Pasaman Barat jadi kawasan lumbung pangan

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, ditetapkan pemerintah menjadi salah satu daerah pengembangan kawasan lumbung pangan (food estate).

Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto di Simpang Empat, Sumbar, Sabtu mengatakan lumbung pangan itu akan ditunjuk di tiga lokasi yakni Kecamatan Talamau seluas 1.600 hektare, Kecamatan Luhak Nan Dui 1.400 hektare, dan Kecamatan Kinali 1.950 hektare.

"Beberapa hari lalu tim telah melakukan survei ke Kecamatan Talamau. Mudah-mudahan semua pihak dapat mendukung," katanya.

Baca juga: Kementan tingkatkan intensifikasi pertanian di lahan Food Estate

Menurut dia, pemerintah akan memberikan anggaran sekitar Rp640 miliar untuk pengembangan kawasan itu.

"Kita mendukung program ini karena program ini dapat menyejahterakan petani. Untuk itu, petani diharapkan tidak ragu," katanya.

Program ini, katanya. memang baru, namun petani sudah paham, karena setiap hari beraktivitas di sektor pertanian.

Dengan ditetapkan sebagai food estate, lanjutnya, maka akan lebih fokus dan diberikan bantuan.

Ia berpesan kepada petani agar tidak takut dan ragu untuk berubah ke arah yang lebih baik.

"Alhamdulillah, kita dipilih menerapkan program ini. Kita perlu bersyukur dan menyambutnya dengan baik," sebutnya.

Selain menyejahterakan petani, lanjutnya, program baru dari pemerintah pusat tersebut diharapkan menjaga ketahanan pangan di Pasaman Barat.

Ia menambahkan program itu akan mengombinasikan beberapa komoditas, sehingga petani tidak lagi mengandalkan pendapatan dari satu produk saja.

"Petani juga bisa mendapatkan keuntungan dari bawang merah, jagung, dan padi serta bidang peternakan seperti ikan dan unggas," katanya.

Baca juga: Riau siapkan 30.000 hektar lahan untuk lumbung pangan
Baca juga: Menteri PUPR: Ketersediaan air jadi kunci pengembangan lumbung pangan