Wakil Indonesia Mengaum di Kejuaraan Dunia Sambo

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komitmen Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) untuk mengirimkan wakil ke Kejuaraan Dunia Sambo di Novi Sad, Serbia pada 4 hingga 9 November berbuah manis. Desiana Syafitri yang diberangkatkan dengan dana organisasi mampu mempersembahkan medali perak.

Ketua Umum PP Persambi, Krisna Bayu mengaku senang luar biasa dengan pencapaian Desiana ini. Melakoni persiapan selama 40 hari, dan berangkat menggunakan dana organisasi, dia bisa menyabet medali.

"Terus terang, kesuksesan Desiana Syafitri meraih perak di Kejuaraan Dunia itu memiliki arti tersendiri. Pasalnya, Desiana menjalani persiapan hanya 40 hari dengan menggunakan anggaran organisasi yang merupakan usaha dari seluruh pengurus PP Persambi," kata Krisna Bayu.

Prestasi ini memang bukan pertama diukir atlet sambo yang baru bebrapa tahun berdiri. Pada SEA Games Manila 2019, Tim Sambo Indonesia mampu menyumbangkan empat medali emas.

Prestasi yang membanggakan itu membuat pengurus PP Persambi semakin yakin olahraga yang ditekuni atlet MMA Khabib Normagomedov bisa berkembang dengan baik dan menjadi andalan Indonesia pada ajang internasional. Ke depan, PP Persambi memang bakal dihadapkan dengan tantangan yang lebih besar.

Selain mempersiapkan atlet sambo untuk menghadapi Asian Indor Martial Arts Games (AIMAG) di Bangkok Thailand, Mei 2021 juga menjawab kepercayaan yang diberikan Federasi Sambo Internasional (FIAS) menjadi tuan rumah Kejuaraan Sambo Asia di Bali, Agustus 2020.

"PP Persambi ingin memberikan yang terbaik pada saat memperkuat Kontingen Indonesia di AIMAG maupun Kejuaraan Sambo Asia di Bali. Makanya, kami sangat berharap Kemenpora memberikan dukungan untuk mewujudkan keinginan di dua event penting tersebut," kata Sekjen PP Persambi, Sukma Every Lisa.

Turun di kelas 48kg putri, Desiana yang punya dasar beladiri judo tampil tanpa rasa takut menghadapi Marta Chaplinska dari Ukraina yang lebih berpengalaman Sang Maung Betina dari Karawang ini mampu menaklukkan Marta dengan skor telak 10-4 pada pertandingan semifinal. Sayangnya, dia harus menyerah dari Musharraf Ibodullaeva dari Uzbekistan dengan skor 0-2 di laga puncak.

"Terus terang, penampilan Desiana Syahfitri itu mengundang simpati dari offsial negara lain. Mereka tidak menduga Indonesia memiliki atlet sambo putri yang punya kualitas dan mampu mengalahkan atlet Sambo asal Ukraina yang merupakan negara pecahan Rusia yang menjadi asal beladiri Sambo. Di final, Desiana pun bisa melakukan perlawanan keras melawan Marta yang dikenal cukup tangguh dan cukup berpengalaman," kata pelatih Arnold Silalahi.

Desiana memag tidak puas dengan hasil perak yang diraihnya ini. Ke depan, mahasiswa USBI Karawang ini bertekad untuk berlatih lebih keras lagi dalam upaya meraih prestasi yang lebih tinggi.

"Target saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sambo Indonesia harus berjaya di kancah internasional," katanya.