Wakil Ketua DPR RI Kritik BWF yang Seolah Tak Siap Gelar All England di Tengah Pandemi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kabar tim bulu tangkis Indonesia tidak dapat mengikuti pertandingan All England 2021 masih ramai dibicarakan. Hal ini karena para atlet dan official Indonesia dipaksa mundur dari turnamen tertua di dunia tersebut.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad ikut angkat bicara mengenai dicoretnya tim nasional Indonesia dari turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 1000 All England Open 2021.

Menurutnya, keputusan yang didapat oleh tim Indonesia sangat disayangkan, terlebih beberapa atlet bulu tangkis Indonesia sudah sempat menjalani kompetisi di babak pertama. Seperti ganda putra Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, serta tunggal putra Jonathan Christie sudah melewati babak pertama, yang berlangsung Rabu 17 Maret 2021.

Meski menghormati kebijakan dari pemerintah Inggris dalam penanganan Covid-19, Dasco menyayangkan langkah yang diambil oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan panitia penyelenggara yang seolah tidak cermat dan tidak siap dalam melaksanakan All England 2021 di tengah pandemi Covid-19.

"Seharusnya pihak penyelenggara sudah mempunyai solusi alternatif atas berbagai kemungkinan yang terjadi dalam penyelenggaraan event tersebut. Termasuk apa yang terjadi terhadap timnas Indonesia yang jauh-jauh hari sudah melakukan vaksin Covid-19, dan test swab yang menunjukan hasil negatif," kata Dasco dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3/2021).

Sufmi Dasco Minta Menpora Komunikasi dengan Penyelenggara

Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan saat berlaga pada babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Rabu, 17 Maret. (foto: BWF-limited acces)
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan saat berlaga pada babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Rabu, 17 Maret. (foto: BWF-limited acces)

Lebih lanjut, DPR akan meminta kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan langkah-langkah atau komunikasi diplomatik dengan pemerintah Inggris dan pihak penyelenggara.

"Agar polemik yang terjadi tidak berlarut-larut serta tidak berdampak negatif terhadap citra bulutangkis internasional," ungkap Politisi Partai Gerindra itu.

Mundurnya tim bulu tangkis Indonesia dari ajang All England 2021 merupakan imbas dari adanya penumpang dalam satu penerbangan yang sama dengan tim bulu tangkis Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19. Penerbangan yang dimaksud adalah penerbangan dari Istanbul, Turki, menuju Birmingham, Inggris. Sebagai bagian dari contact tracing, pihak otoritas Kesehatan Inggris, National Health Service (NHS), meminta seluruh anggota tim bulutangkis Indonesia untuk melakukan 10 hari karantina.

(*)