Wakil Ketua Komisi IV prihatin atas penangkapan Menteri Edhy oleh KPK

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengaku prihatin atas penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK pada Rabu (25/11) dini hari di Bandara Soekarno Hatta.

Waki Ketua Komisi IV DPR ittu berharap agar Menteri Edhy Prabowo diberi kesabaran dan mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.

"Kami berharap Pak Edhy bisa melewati masa sulit, diberi kekuatan dan ketabahan, sehingga mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi dengan baik," kata Dedi Mulyadi yang juga mantan Bupati Purwakarta dua periode ini melalui sambungan telepon seluler kepada Antara, di Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Baca juga: Edhy Prabowo ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

Baca juga: KPK benarkan tangkap Menteri Edhy Prabowo

Pihaknya dari Komisi IV saat ini masih menunggu pengumuman resmi dari KPK terkait kasus yang menjerat Menteri Edhy Prabowo.

"Sangkaan apa yang disangkakan kepada Pak Edhy, kita menunggu pengumuman resmi KPK," kata Dedi Mulyadi

Lebih jauh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi juga mengungkapkan sejak awal ia tidak setuju dengan ekspor benih lobster untuk kepentingan menjaga ekosistem laut.

Baca juga: Menteri Edhy ditangkap, Pengamat: Tata ulang ekspor benih lobster

Baca juga: Menteri Edhy ditangkap terkait izin ekspor baby lobster

"Saya secara pribadi dan sebagai Wakil Ketua Komisi IV, jauh-jauh hari sudah menolak ekspor benih lobster," kata Dedi Mulyadi

Di antara alasan penolakan ekspor benih lobster, kata Dedy Mulyadi, karena benih lobster itu merupakan ekosistem laut yang harus dijaga keberadaan dan kesinambungannya.

Ada beberapa kabar yang menyebutkan kalau benih lobster di laut Indonesia mencapai miliaran ekor. Namun bagi Dedi Mulyadi berapa pun jumlahnya itu tidak penting. Hal terpenting ialah menjaga kesinambungan ekosistem benih lobster.

Baca juga: KPK total tangkap 17 orang terkait kasus korupsi ekspor benih lobster

"Karena kalau benih lobster sudah dewasa, nelayan bisa menangkapnya dengan murah dan bisa menjualnya dengan mahal," kata Dedi Mulyadi

Alasan lainnya, lanjut dia, negara tujuan ekspor itu Vietnam. Sedangkan Vietnam merupakan kompetitor utama Indonesia di bidang kelautan. Negara tetangga itu memiliki teknologi yang memadai dalam budi daya benih lobster.

"Teknologi yang dimiliki itu tidak berarti kalau tidak ada suplai bahan baku dalam bentuk benih. Jadi aneh, kompetitor kok disuplai bahan bakunya," ujar Dedi Mulyadi.

Baca juga: KPK turut amankan kartu debit ATM dalam penangkapan Edhy Prabowo