Wakil Ketua MPR dan Mufti Rusia bahas peningkatan hubungan dua negara

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan Ketua Majelis Spiritual Muslim (Mufti) Rusia Albir Krganov membahas peran diplomasi untuk peningkatan hubungan kedua negara.

Selain itu, menurut Hidayat, dibahas hubungan antara umat Islam, negara, dan perkembangan demokrasi di Indonesia maupun Rusia.

"Kami sepakat tentang pentingnya penguatan diplomasi antarnegara, parlemen maupun lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya dan menerima dengan antusias ajakan untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama antarkedua negara dan bangsa," kata Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Hal itu dikatakan Hidayat Nur Wahid saat menerima kunjungan Ketua Mufti Rusia Albir Krganov beserta delegasinya di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (15/6). Ikut hadir pada pertemuan tersebut Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva.

Baca juga: Wakil Ketua MPR dukung tekad pemotor pergi haji gunakan sepeda motor

Hidayat mengatakan selama ini Indonesia mengedepankan pentingnya penguatan hubungan dengan banyak negara sahabat dan melakukan diplomasi untuk kemanfaatan antarsemua sahabat.

Menurut dia, mayoritas WNI beragama Islam, maka dilakukan penguatan hubungan dan kerja sama dengan umat Islam di dunia, termasuk di Rusia.

Karena itu, dia berharap kunjungan Mufti Rusia bukan yang terakhir, namun diikuti kunjungan berikutnya, termasuk untuk melihat langsung peninggalan di Indonesia yang menyimpan bukti eratnya hubungan antara Indonesia dan Rusia.

"Termasuk, potensi-potensi ekonomi, pariwisata, dan penguatan diplomasi parlemen, serta mengunjungi tempat-tempat wisata maupun bersejarah bagi umat Islam di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR kritik Kedubes Inggris kibarkan bendera LGBT

Dalam pertemuan tersebut, Hidayat menyampaikan usulan untuk memperoleh salinan UU menyangkut kehidupan umat beragama yang berlaku di Rusia sebagaimana disebutkan Mufti Rusia.

Menurut dia, UU tersebut diharapkan bisa dijadikan rujukan dalam rangka pembuatan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama yang saat ini sedang diajukan Fraksi PKS di DPR RI dan sudah masuk pada Prolegnas Prioritas DPR RI.

Dalam pertemuan tersebut, Albir Krganov mengingatkan kembali hubungan erat antara Indonesia dan Rusia yang sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Rusia masih bernama Uni Soviet.

Dia menceritakan saat itu Presiden Indonesia Soekarno sempat mengunjungi Uni Soviet dan melaksanakan salat di Masjid Saint Petersburg, salah satu rumah ibadah umat Islam terbesar dan terindah di Rusia.

Baca juga: Hidayat Nur Wahid: Empat Pilar MPR penting bagi parpol

"Peristiwa tersebut membuat hubungan Indonesia dengan Rusia sangat erat. Bahkan umat Islam Rusia sangat menghormati Indonesia, mereka selalu mengelu-elukan bangsa Indonesia, dan menganggapnya sebagai saudara," katanya.

Albir Krganov menjelaskan saat ini di Rusia terdapat lebih dari 20 juta penduduk beragama Islam, 8.000 masjid, 150 pesantren/madrasah, dan lembaga pendidikan menengah Islam, dan 20 perguruan tinggi Islam.

"Di setiap masjid didirikan sekolah untuk anak-anak sehingga struktur pendidikan Islam di Rusia sudah terhubung antara pendidikan Islam terendah hingga tertinggi," katanya.

Albir Krganov berharap kunjungannya ke Indonesia bisa semakin mempererat hubungan dan kerja sama antarkedua negara, parlemen, dan masyarakat Indonesia-Rusia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel