Wakil Ketua MPR nilai pemberdayaan perempuan hadapi persaingan global

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai pemberdayaan perempuan merupakan langkah strategis untuk mendorong produktivitas nasional dan menghadapi persaingan global di tengah pertambahan populasi penduduk dunia.

"Pertambahan populasi dunia harus diimbangi dengan berbagai upaya meningkatkan produktivitas sumber daya manusia (SDM), termasuk perempuan, yang memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam proses pembangunan," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan hal itu untuk menanggapi data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memperkirakan jumlah penduduk dunia saat ini mencapai 8 miliar orang dan diperkirakan akan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050.

Pada 2021, jumlah populasi laki-laki dan perempuan hampir seimbang, dengan proporsi 50,42 persen laki-laki dan 49,58 persen perempuan. Dalam laporan PBB itu, Indonesia berada di peringkat keempat negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 275 juta jiwa pada 2022.

PBB juga menyerukan kepada seluruh negara untuk meningkatkan upaya agar target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) bisa tercapai pada 2030. Menurut Lestari, seruan PBB kepada negara-negara di dunia itu harus menjadi perhatian bersama untuk mengupayakan pencapaian SDGs pada 2030.

"Demikian juga dengan peluang peningkatan produktivitas SDM yang potensinya terbuka lebar lewat pemberdayaan perempuan, dengan perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan dunia yang relatif berimbang," jelasnya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Transformasi digital harus didukung regulasi/literasi

Lestari mengatakan 17 target penting dalam SDGs yang harus segera ditindaklanjuti negara-negara di dunia antara lain memberantas kemiskinan, kelaparan, dan ketimpangan; serta menciptakan perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat secara global.

Menurut dia, target-target SDGs tersebut merupakan tantangan yang harus segera dijawab di tengah peningkatan populasi penduduk dunia.

"Sejumlah strategi dalam upaya merealisasikan target-target pembangunan harus segera disesuaikan dengan kondisi terkini agar proses pembangunan tepat sasaran," kata Lestari.

Dia juga menilai pemberdayaan perempuan merupakan salah satu langkah strategis dalam menjawab sejumlah tantangan untuk pemenuhan target SDGs tersebut. Menurut dia, selain merupakan tantangan bagi suatu negara, pertambahan populasi juga merupakan peluang jika suatu negara mampu meningkatkan produktivitas setiap SDM.

"Bagi Indonesia, tidak ada pilihan lain untuk menghadapi pertambahan populasi penduduk, selain dengan mengerahkan seluruh upaya untuk meningkatkan produktivitas setiap warga negaranya, termasuk perempuan," ujar Lestari.

Melalui penguatan di sejumlah sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan budaya, dia meyakini upaya untuk meningkatkan produktivitas SDM di Indonesia bisa membuahkan hasil.

Selain itu, menurut Lestari, upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada setiap warga negara juga harus konsisten dilakukan, agar bangsa Indonesia mampu meningkatkan daya saingnya sebagai bekal untuk berkompetisi dengan berbagai bangsa di masa datang.

Baca juga: Wakil Ketua MPR RI: Generasi muda harus berperan atasi perubahan iklim