Wakil Ketua MPR: Transformasi digital harus didukung regulasi/literasi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan transformasi digital harus ada dukungan berupa regulasi dan literasi yang baik dari para pemangku kepentingan dan masyarakat agar mampu memberikan daya dorong yang signifikan untuk pertumbuhan di berbagai bidang.

"Memasuki era digital di berbagai bidang saat ini membutuhkan antisipasi yang baik untuk menekan dampak negatif dan meningkatkan pertumbuhan di sejumlah sektor," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Ia menilai era digital menawarkan banyak peluang untuk meningkatkan kinerja di sektor ekonomi. Misalnya, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa nilai ekonomi digital di Indonesia berpotensi mencapai 330 miliar dolar AS pada tahun 2030.

Namun, menurut dia, di sisi lain kesenjangan digital berbasis gender juga muncul menjadi tantangan bersama semua pihak, khususnya perempuan perdesaan dan kelompok lanjut usia.

"Untuk memanfaatkan peluang dan menekan dampak dari upaya transformasi digital, sejumlah regulasi yang mampu melindungi segenap masyarakat harus segera direalisasikan," ujarnya.

Upaya meningkatkan literasi digital masyarakat, kata Lestari, juga harus secara masif melalui berbagai sosialisasi yang mampu memberi pemahaman kepada setiap warga negara.

Dikatakan pula bahwa peluang yang ditawarkan dunia digital harus benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dengan perangkat regulasi yang memadai.

"Saya mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama menjemput peluang transformasi digital tersebut dengan tetap menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam menjalankannya," katanya.

Menurut dia, generasi penerus bangsa harus tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan yang diwarisi para pendiri bangsa dalam menyikapi berbagai perubahan, termasuk dalam transformasi digital.

Hal itu, kata Lestari, agar peluang dan manfaat dari hasil transformasi digital untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat, bukan malah menghancurkan karakter dan identitas anak bangsa.

Baca juga: Literasi digital penting sebagai panduan hadapi kecanggihan teknologi
Baca juga: Kemenkominfo dorong ASN adopsi teknologi digital tingkatkan layanan