Wakil Menkeu Jadi Komisioner OJK

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menunjuk Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati sebagai komisioner lembaga pengawas lembaga perbankan, Otoritas Jasa Keuangan. Sementara Bank Sentral menunjuk Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah.

Penunjukkan keduanya disambut gembira oleh anggota Dewan Komisioner OJK yang lain. »Mereka berdua akan jadi kombinasi yang bagus,” kata Komisioner OJK yang telah terpilih di DPR, Rahmat Waluyo, Kamis 19 Juli 2012. 

Rahmat yang saat ini masih menjabat sebagai Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, menilai Anny merupakan pejabat senior di bidang ekonomi  yang tahu masalah kebijakan fiskal dan makro. "Meskipun OJK lebih kepada mikro, tapi kami dituntut juga untuk mengetahui persoalan makro. Dia juga pernah menjadi supervisor di BI," katanya.

Menurut Rahmat,  selain OJK, pengembangan jasa keuangan di masa depan harus didukung Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal dan bank sentral sebagai otoritas moneternya. "Kunci untuk penguatan lembaga jasa keuangan menjadi lebih stabil dan efisien, ada di Kemenkeu dan BI,” katanya lagi.

Selain Anny, Halim dan Rahmat, enam Komisioner OJK lain adalah Muliaman D Hadad, Nurhaida, Firdaus Djaelani, Kusumaningtuti S. Soetiono, Ilya Avianti, dan Nelson Tampubolon. Mereka akan dilantik di Mahkamah Agung, Jumat 20 Juli 2012.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Berita Terpopuler:

Sejoli Pegawai Negeri Ketahuan Mesum di Toilet

Angelina Sondakh Menikah di Rutan KPK?

Pengurus Golkar Tak Kompak Soal Pemecatan Kalla

Akbar: Pemecatan Kalla Bisa Blunder

Hati-hati Gunakan Kata ''Butuh'' di Malaysia 

Partai Demokrat Dinilai Sumbang Kekalahan Foke

Kubu Hendardji-Riza Bertamu ke Rumah Jokowi

Ini Model Prancis Yang Temani Balotelli

Anak Surabaya Ini Dikontrak Klub Liga Spanyol

Golkar: Tetap Jadi Capres, Kalla Langsung Dipecat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...