Wakil Presiden Facebook Sebut Misinformasi Akan Lebih Banyak Terjadi Jika Algoritma Dihapus

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil presiden urusan global Facebook, Nick Clegg, mengatakan, Minggu (10/10/2021), orang akan menghadapi lebih banyak ujaran kebencian dan informasi yang salah jika algoritma peringkat konten dihapus dari platform media sosial. Clegg mengatakan, salah satu rekomendasi yang ia terima dari pelapor Facebook Frances Haugen dan timnya adalah untuk menghapus algoritma yang membantu memberi peringkat konten.

“Jika hanya menghapus algoritma, hal pertama yang akan terjadi adalah orang akan melihat lebih banyak, bukan lebih sedikit ujaran kebencian. Lebih banyak, tidak kurang informasi yang salah. Lebih banyak, konten yang tidak kurang berbahaya," kata eksekutif Facebook yang dilansir dari The Hill.

Hal ini dikarenakan hadirnya sistem algoritma itu dirancang seperti filter spam raksasa yang hebat untuk mengidentifikasi dan menurunkan konten buruk. Komentar Clegg muncul setelah Haugen, mantan manajer produk Facebook, memberikan kesaksian selama sidang subkomite Senat Perdagangan minggu lalu.

Dia menuduh mantan majikannya tidak cukup mengawasi konten di situsnya dan menuduh bahwa perusahaan tidak dapat menangani masalah secara memadai karena mereka “kekurangan staf.”

Haugen juga membocorkan dokumen ke The Wall Street Journal yang mencakup pengungkapan atas penanganan platform media sosial pada banyak masalah. Dia menuduh bahwa Facebook tidak secara memadai membahas retorika anti-COVID-19, tahu Instagram berbahaya bagi pengguna yang lebih muda dan tidak melakukan cukup banyak untuk memerangi kartel narkoba dan pedagang manusia yang menggunakan situs tersebut.

Kemudian, pengungkapan ini segera didorong kembali oleh Clegg di sebuah blog posting setelah publikasi seri. Menyusul kesaksian tersebut, CEO Facebook Mark Zuckerberg juga mendorong kembali liputan Facebook baru-baru ini dalam sebuah posting di situs media sosial.

“Kami sangat peduli dengan masalah seperti keselamatan, kesejahteraan, dan kesehatan mental. Sulit untuk melihat liputan yang salah menggambarkan pekerjaan dan motif kita. Pada tingkat paling dasar, saya pikir sebagian besar dari kita tidak mengenali gambaran palsu dari perusahaan yang sedang dilukis,” kata Zuckerberg di Facebook.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy/Universitas Multimedia Nusantara

Sumber:

https://thehill.com/homenews/sunday-talk-shows/576118-more-hate-speech-misinformation-possible-if-algorithm-is-removed?rl=1

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel