Wakil Wali Kota Medan Sambangi Rakes, Pedagang yang Viral di Medsos

·Bacaan 3 menit

VIVA – Rakes, pedagang warung kopi dan makanan, menjadi pusat perhatian warga dan netizen beberapa hari belakangan ini. Video Rakes yang menolak warungnya ditutup oleh petugas gabungan saat berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan, viral di media sosial.

Rakes memberi nama warungnya, Warkop DKI dan berjualan di Jalan Waru, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara. Aksi penolakan tempat usahanya, ternyata mendapat perhatian YouTubers Wak Kombur, yakni Wak Hendra dan Wak Budi alias Wak Obeng.

Video Rakes viral di media sosial, berawal Rabu malam, 14 Juli 2021. Petugas gabungan mendapati warungnya melayani konsumen makan dan minum di tempat. Saat dibubarkan oleh petugas, ia menolaknya. Dengan alasan, akan menambah omzet dagangannya yang terus anjlok.

Keesokan harinya, Kamis pagi, 15 Juli 2021, petugas kembali mendatangi warung usaha Rakes sebagai tempat mencari nafkah untuk itu. Lagi-lagi, ia menolak warkopnya ditutup dan sempat terjadi keributan antara dia dengan petugas Satpol PP Pemprov Sumut.

Dalam video viral itu, sempat berkembang isu bahwa Rakes menyiram petugas Satpol PP Pemprov Sumut dengan air panas. Namun, ia membantahnya dalam konten YouTube Wak Limbur.

"Kalau kita nyiram air panas anak saya cacat, binik saya cacat. Saya ada menyiram, tapi bukan air panas," ujar Rakes dikutip VIVA dari akun YouTube Wak Limbur, Minggu, 18 Juli 2021.

Saat melakukan penyiraman itu, Rakes dihalangi oleh istri dan anaknya. Air tersebut, sempat mengenai badan keduanya. Karena, bukan air panas sehingga tidak mengalami luka.

"Kalau air panas anak binik saya pasti cacat. Tapi waktu itu saya ada menyiram tapi bukan dengan air panas," ucap Rakes kepada YouTubers asal Kota Medan itu.

Akibat perbuatannya, Rakes menjalani sidang cepat dan membayar denda sebesar Rp300 ribu terkait dengan melanggar peraturan PPKM Darurat. Kemudian, ia ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan dan menjadi tersangka kasus dugaan melawan petugas.

Namun, ia mendapat jaminan dari keluarganya dan diperbolehkan pulang. Aksi Rakes ini, mendapat simpatik dan dukungan. Karena mewakil kondisi rakyat Indonesia yang terpuruk ekonominya, imbas pandemi COVID-19.

Rakes mengaku mempunyai lima anak yang harus dihidupinya sehari-hari dan masih sekolah. Bila tempat usahanya ditutup, bagaimana dia mencukupi kebutuhan keluarganya di tengah pandemi COVID-19 dan omzet penjualan menurun.

Di hadapan Wak Limbur, Rakes meminta perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan dapat memberikan bantuan kepada pedagang kecil di Kota Medan.

"Tolong sampaikan kepada pimpinan Pemko, pak Edy Rahmayadi atau pak Bobby Wali Kota, tolonglah bantu pedagang-pedagang ini janganlah disusahkan lagi, anak gak sekolah disuruh bayar uang sekolah, sementara kedai kita ditutup. Kehidupan makan kita macam mana? Kalau tutup apa dia gak minta cerai gak bisa ngasih makan," ujar Rakes.

Dalam bincang-bincang santai ini, Rakes meminta terutama kepada Pemkot Medan, agar memperhatikan nasib dan kehidupan pedagang kecil seperti dia di Kota Medan. Ia mengakui mau mengikuti aturan, tapi kebutuhan keluarganya tercukupi.

"Sebenarnya bukan saya saja diperhatikan, tapi pedagang lain juga diperhatikan. Kepada pemerintah kasih lah solusi bagi pedagang, jangan menindas tolonglah bantu," ucap Rakes.

Diujung konten Wak Kombur itu, Rakes meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan dan sempat viral di media sosial tersebut.

"Jangan sampai ini terjadi lagi. Kalau saya salah, saya mohon maaf. Kami juga sudah damai dengan Satpol PP di Polrestabes," kata Rakes.

Pada Sabtu malam, 17 Juli 2021. Tempat usaha Rakes, juga disambangi Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman. Orang nomor dua di ibu kota Provinsi Sumut itu, juga sempat berbincang dan mengedukasi Rakes terkait dengan kebijakan PPKM Darurat.

Tampak politikus partai Gerindra itu memesan mie instan. Makanan favorit di warkop milik Rakes. Namun, Aulia Rachman menyantap makanan di dalam mobil dan tidak di tempat.

"Kehadiran kami di sini pertama ingin mengedukasikan ke masyarakat. Pemerintah Kota Medan saat ini bukan melarang pedagang berjualan. Silakan berdagang, tapi jangan kasih fasilitas makan di tempat, untuk menghindari adanya kerumunan dan upaya menekan penyebaran COVID-19," kata Aulia Rachman.

Aulia Rachman mengingatkan agar Rakes tidak emosi, bila mendapat teguran dari petugas PPKM Darurat. Karena, tujuan teguran itu baik. Untuk sama-sama meneken penyebaran COVID-19 di Kota Medan.

"Saya sudah pesankan ke pak Rakes agar tidak lagi bertindak emosional dan melawan petugas. Gak usah emosi-emosi. Mari kita saling memafkan. Sebab, ini untuk kepentingan kita bersama," tutur Aulia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel