Wakil Walikota Surabaya: Indonesia Harus Kecam Israel

TRIBUNNEWS.COM - Ketua DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Timur, Bambang DH, mendesak pemerintah mengecam serangan Israel terhadap Palestina.

Sikap itu sebagai bentuk dukungan RI atas perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
"Selama ini pemerintah RI belum bersikap tegas atas kebrutalan Israel dan sekutunya dalam serangan terhadap Palestina sejak Rabu (14/11) pekan lalu," tandas Bambang DH, Kamis (22/11/2012).

Menurut Bambang DH, kebrutalan Israel itu harus dikecam, karena kenyataannya saat ini di Tepi Barat dan Jalur Gaza, ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, puluhan sarana pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta fasilitas publik lainnya mengalami kerusakan.

Israel, kata Bambang, telah menginjak-injak harga diri suatu bangsa yang merdeka serta merampas hak hidup warga bangsa lain.

"Jika diperlukan, pemerintah RI mengirimkan tenaga kesehatan, tenaga psikolog, dan tenaga pendidik ke Jalur Gaza dan Tepi Barat. Hal ini untuk mengembalikan derajat hidup rakyat Palestina," ucapnya.

Bambang, yang juga Wawali Surabaya itu menyerukan kepada seluruh sayap PDI Perjuangan Jawa Timur, baik itu Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), TMP, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) maupun Banteng Muda Indonesia (BMI), melakukan aksi mengecam tindakan Israel.

Mengutip pernyataan Menteri Kesehatan Hamas, lanjut Bambang DH, selama periode serangan 14 hingga 19 November 2012, sudah 107 orang terbunuh.

Di antaranya 26 anak-anak, 10 wanita, 12 pria berusia di atas 50 tahun dan sisanya adalah militan Hamas.

Selain yang meninggal, pihak Hamas juga mencatat 860 orang lebih terluka akibat serangan Israel.

260 di antaranya anak-anak dan wanita. "Meskipun semalam atas bantuan Kementerian Luar Negeri Mesir sudah terjadi gencatan senjata, tapi jika tidak ada dukungan bangsa lain, maka sewaktu-waktu Israel akan melakukan serangan lagi. Dan itu pasti akan menambah jumlah korban anak-anak dan wanita," jelas Bambang yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.