Wako Helmi Targetkan Warga Bengkulu Divaksin 100 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Wali Kota (Wako) Bengkulu Helmi Hasan memiliki keinginan kuat, agar seluruh warga Bengkulu divaksin dari tahap 1 hingga 2.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu, makin mengencarkan vaksinasi dengan berbagai strategi. Sehingga target herd immunity, tercapai di Bengkulu.

Helmi menyempatkan diri menyambangi beberapa tempat. Seperti sekolah untuk melakukan sosialisasi, serta memastikan percepatan vaksinasi di sekolah tersebut.

Pada hari Senin (25/10/2021), Helmi bersama Kejari Bengkulu Yunitha Arifin, Pasi Intel Mayor Arh Asep Sepriadin, Sekda Bengkulu Arif Gunadi dan pejabat lainnya, mengunjungi SMA Negeri 1 Bengkulu.

Kedatangan mereka untuk menyosialisasikan vaksinasi, ke seluruh pelajar yang hendak vaksin. Kendati sekolah ini di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, namun warganya masuk dalam territorial Pemkot Bengkulu.

“Kita ingin di kota ini 100 persen warga sudah divaksin. Karena ini penting dan bagi pemerintah, bagi presiden, gubernur dan kita semua ini, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, ini menjadi utama, apalagi anak-anak ini calon pemimpin bangsa ke depan. Sehingga, mereka tak boleh sakit dan harus tetap belajar, untuk menggapai cita-citanya.

Helmi menuturkan, masyarakat harusnya bersyukur, karena saat ini vaksin masih gratis dan tidak berbayar.

“Bersyukur bapak Presiden Indonesia murah hati memberi vaksin gratis, kepada penduduk Indonesia. Miliaran anggaran telah dibayarkan untuk ini,” kata Wako Bengkulu.

Namun kemungkinan di awal 2022 mendatang vaksin akan berbayar, dengan harga Rp400.000 untuk vaksin tahap 1 dan Rp 800.000 untuk vaksin tahap 2.

Jangan Termakan Hoaks

Wako Bengkulu Helmi Hasan bersama pejabat daerah, menyosialisasikan vaksinasi di SMAN 1 Bengkulu (Media Center Kota Bengkulu / Liputan6.com)
Wako Bengkulu Helmi Hasan bersama pejabat daerah, menyosialisasikan vaksinasi di SMAN 1 Bengkulu (Media Center Kota Bengkulu / Liputan6.com)

“Dan juga kalau di Jakarta sana, masuk mal saja harus sudah vaksin, sekalipun itu wali kota,” ungkapnya.

Untuk itu, sebelum vaksinasi berbayar, Wako Bengkulu mengajak seluruh masyarakat agar mau divaksin.

Dia pun sudah dua kali mengikuti vaksinasi, dan hingga kini tidak ada kendala apapun di kesehatannya. Helmi juga mengimbau ke warganya, agar jangan termakan hoaks yang mempengaruhi proses vaksinasi tersebut.

Helmi mencontohkan, bahwa berita meninggalnya warga karena vaksin, tak sepenuhnya benar. Menurutnya, meninggal itu bisa di mana saja, kapan aja dan sedang apa saja.

“Jangan disalahkan dia sedang apa atau lagi apa, semua itu sampai karena sudah ditakdirkan begitu dan rezekinya sudah habis,” katanya.

Hambatan Vaksinasi

Para siswa SMAN 1 Bengkulu saat mendengarkan sosialisasi vaksinasi oleh Wako Bengkulu (Media Center Kota Bengkulu / Liputan6.com)
Para siswa SMAN 1 Bengkulu saat mendengarkan sosialisasi vaksinasi oleh Wako Bengkulu (Media Center Kota Bengkulu / Liputan6.com)

Dia mencontohkan imam di Masjid Baitul Izzah, yang meninggal dunia karena khotbah. Tidak ada alasan apapun, untuk takut juga dengan khotbah. Begitu juga dengan vaksin.

Agar semua berjalan tanpa kendala, Helmi ingin wali murid dilibatkan, agar semua pelajar yang hendak divaksin, mengantongi izin dan tidak ada kesalahpahaman ke depannya.

Kepala SMAN 1 Bengkulu Apandi mengatakan, ada beberapa faktor yang menghambat vaksinasi di sekolahnya. Seperti masih adanya renovasi sekolah, kehadiran siswa hanya 50 persen dan lainnya.

“Tapi ini akan kita gencarkan. Insyaallah dalam waktu dekat, semua sudah divaksin,” ucapnya.

Dari sekitar 1.000 orang siswa, sebanyak 600 orang siswanya sudah divaksin tahap pertama. Dan dalam waktu dekat, akan mengikuti vaksinasi tahap kedua.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel