Waktu Ideal Latih Si Kecil Jalani Puasa Ramadhan

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menjalani puasa ramadhan bagi umat muslim yang berusia baligh adalah kewajiban. Sementara, anak-anak sendiri sudah dianjurkan untuk berlatih puasa namun tetap ada persiapan baik secara fisik dan emosional.

Menurut Psikolog Anak, Fathya Artha Utami, M.Psi, memberikan latihan puasa ramadhan perlu dimulai dengan mengedukasi anak sejak dini. Orang tua bisa mulai mengenalkan rutinitas selama bulan ramadhan untuk melihat kapan anak mulai siap berpuasa.

"Bisa mulai usia 4-5 karena anak sudah mulai perkembangan bahasa semakin sempurna, aware kepada tubuhnya sudah lebih baik. Jadi kalau telalu kelaparan atau dehidrasi lebih mudah mengkomunikasikannya," ujar Fathya dalam acara virtual peluncuran program BACA, beberapa waktu lalu.

Selain usia minimum, kata Fathya, perlu ada kesiapan emosional yang dibangun sejak usia di bawah 4 tahun. Orang tua perlu memberikan pemahaman alasan berpuasa harus menahan lapar dan haus dengan bahasa yang mudah dimengerti anak.

"Selain ada usia minimum, juga kesiapannya untuk berdiskusi. Puasa ngapain aja, untuk apa, berapa lama, kenapa harus menunggu," tuturnya.

Dokter Spesialis Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, menyebut tak ada patokan usia untuk melatih anak berpuasa. Namun, orang tua bisa melatihnya secara bertahap sekitar usia 4-7 tahun.

"Di usia 7 tahun bisa secara full karena mereka sudah lebih paham aturan," ujarnya.

Untuk sumber nutrisi selama berpuasa, berikan anak asupan protein yang tepat agar memberikan rasa kenyang lebih lama. Mesty menyebut, sumber protein hewani sangat bervariasi mulai dari produk susu, ikan salmon, sarden, daging sapi, hingga pilihan ikan lokal seperti nila, gabus, teri, kembung, dan patin.

"Vitamin juga dibutuhkan seperti vitamin D dari kuning telur dan buah jeruk. Jaga makanan sevariatif mungkin dan pastikan komponennya lengkap serta cairan yang tercukupi," kata dia.