Waktu Sahur yang Tepat dan Dianjurkan Rasulullah SAW Berserta Doanya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Sahur adalah persiapan umat muslim dengan makan dan minum sebelum melaksanakan ibadah puasa di keesokan hari. Pelaksanaan sahur ada waktu khususnya. Waktu sahur yang tepat menurut medis adalah pukul 3 pagi.

Kacamata medis menafsirkan puasa bukan sebagai latihan menahan lapar dan haus saja, tetapi mengatur pola makan dan minum. Memahami waktu sahur yang tepat adalah upaya menjaga tubuh tetap berstamina dengan pola makan baru.

Bukan hanya dari sisi medis, waktu sahur yang tepat menurut Rasulullah SAW pun demikian. Menurut beliau, waktu sahur yang tepat adalah di sepertiga malam terakhir, mendekati waktu subuh. Tak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi agar bisa maksimal melaksanakan ibadah setelahnya, bukan tidur.

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, "Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur."

Berikut Liputan6.com ulas waktu sahur yang tepat dan dianjurkan Rasulullah SAW dari berbagai sumber, Jumat (9/4/2021).

Waktu Sahur yang Tepat Menurut Medis

Ilustrasi pukul 3 pagi. (Sumber: Pexels.com)
Ilustrasi pukul 3 pagi. (Sumber: Pexels.com)

Di bulan Ramadan, waktu sahur sangat dinantikan sebelum ibadah puasa di keesokan hari dilaksanakan. Waktu sahur yang tepat bukan tengah malam seperti yang banyak orang lakukan. Lebih cepat sahur, justru hal yang tidak dianjurkan, dalam ajaran Islam dan ilmu kedokteran.

Melakukan sahur tengah malam seperti pukul 12, 1, dan 2 dini hari bukan waktu sahur yang tepat. Pada waktu tersebut, tubuh akan lebih mudah lemas saat menjalankan puasa di keesokan harinya. Puasa bukan hanya menahan haus dan lapar, tetapi puasa adalah upaya mengontrol asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Waktu sahur yang tepat adalah pukul 3 pagi atau menjelang subuh. Sahur yang dilaksanakan di waktu ini akan membuat tubuh lebih berenergi di keesokan harinya. Jangan sampai ibadah puasa justru memengaruhi kesehatan tubuhmu.

Peranan dari sahur ini persis seperti sarapan di pagi hari. Tubuh yang jarang mendapat asupan sarapan akan lebih rentan terkena masalah kesehatan, begitu juga saat melewatkan waktu sahur. Manfaat sahur bagi kesehatan ketika dilakukan di waktu sahur yang tepat, begitu berdampak pada sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sampai metabolisme.

Waktu Sahur yang Tepat Menurut Rasulullah SAW

Ilustrasi sahur. (Pexels.com/mentatdgt)
Ilustrasi sahur. (Pexels.com/mentatdgt)

Jika mengikuti Rasulullah, waktu sahur yang tepat adalah mendekati subuh. Setelah sahur, seoranng muslim tidak lagi tidur melainkan langsung melaksanakan salat subuh. Inilah yang menjadikan adanya segudang manfaat sahur bagi kesehatan.

"Kami telah bersahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami berdiri mengerjakan salat subuh. Aku bertanya kepada Zaid, 'Berapa lama waktu antara habis sahur dengan salat subuh?', Zaid menjawab, "Kadar membaca 50 ayat Al-Qur’an." (HR Muslim).

Allah dan para malaikat akan bersalawat bagi orang yang melaksanakan sahur. Rasulullah SAW bersabda tentang waktu sahur yang tepat,

"Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur)." (HR Ahmad).

Hal ini akan terjadi sebaliknya, kalau makan sahur dilakukan terlalu dini hari, justru berpeluang untuk sebagian orang memilih melanjutkan tidur. Akibatnya salat subuh akan terlewati dan ibadah lainnya. Maka baiknya, waktu sahur yang tepat adalah mengikuti Rasulullah SAW ketika mendekati salat subuh.

Anjuran Sahur di Sepertiga Malam Terakhir

Ilustrasi Sahur. (Pexels.com/pixabay)
Ilustrasi Sahur. (Pexels.com/pixabay)

Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya mengakhirkan sahur, sebagai waktu sahur yang tepat. Anjuran waktu sahur yang tepat ini terdapat dalam banyak hadits,

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, "Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur."

Menurut Abu Bakar Al Kalabazi dalam kitab Bahrul Fawaid, maksud waktu sahur yang tepat mengakhirkan sahur yaitu mengerjakan sahur di sepertiga malam terakhir.

"Nabi SAW pernah ditanya, 'Malam apa yang paling didengar (doa)?' 'Sepertiga terakhir malam,' tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, 'Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.'

Kemungkinan yang dimaksud waktu sahur yang tepat dengan mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT."

Dari keterangan ini, tujuan mengakhirkan sahur sebagai waktu sahur yang tepat bukan semata untuk makan dan minum. Mengakhirkan sahur dimaksudkan agar diiringi dengan ibadah lain seperti salat malam, zikir, dan berdoa.

Ini mengingat sepertiga malam terakhir adalah waktu yang tepat untuk beribadah. Rasulullah SAW pun terbiasa bangun di sepertiga malam terakhir untuk salat malam.

Penjelasan waktu sahur yang tepat ini didasarkan pada kesaksian Hudzaifah yang pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, yang terekam dalam hadis diriwayatkan Ibnu Majah. Kesaksian ini diperkuat pengakuan Zaid bin Tsabit yang menyatakan dia pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian mengerjakan salat subuh.

Doa Melaksanakan Sahur

Ilustrasi Berdoa. Credit: freepik.com
Ilustrasi Berdoa. Credit: freepik.com

Dalam berbagai kitab hadits maupun fiqih tidak ada penjelasan secara pasti doa sahur puasa Ramadan. Namun karena sahur itu adalah kegiatan makan dan minum, maka kamu bisa menggunakan doa berikut ini ketika menjalankan sahur.

Doa sahur puasa Ramadan adalah hanya dengan membaca:

بِسْمِ اللَّهِ

Bismillah

Artinya: Dengan menyebut nama Allah

Hal ini sesuai dengan hadits shahih sebagai berikut:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Artinya: Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala. Dan jika ia lupa, hendaklah ia membaca ‘Bismilaahi awalahu wa aakhirahu’. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Lafal bismillah tidak hanya digunakan saat akan makan dan minum saja, namun segala jenis kegiatan lebih baik jika diawali dengan mengucapkan lafal bismillah. Hal ini dilakukan sesuai dengan artinya yaitu dengan menyebut nama Allah. Karena segala sesuatu yang kita kerjakan adalah harus karena Allah SWT. Agar diridoi dan juga bermanfaat untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain.

Kemudian doa sahur puasa Ramadan juga bisa dengan menggunakan doa berikut ini.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: Ya Allah, berkahilah untuk kami apa yang Engkau karuniakan kepada kami dan peliharalah kami dari adzab neraka (HR. Imam Malik dalam Al Muwatha’)

Doa di atas juga merupakan doa sebelum makan yang secara umum sudah sering digunakan sehari-hari. Karena saur adalah kegiatan makan dan minum, maka doa di atas bisa digunakan. Kedua doa di atas adalah doa yang di lafalkan saat sebelum memulai menjalankan sahur atau sebelum melakukan makan sahur. Berikut ini adalah doa yang bisa kamu baca ketika menyantap hidangan makan sahur.

يَرْحَمُ اللهُ المُتَسَحِّرِيْنَ

Yarhamullaahul mutasahhiriin.

Artinya: Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.

Untuk doa setelah sahur atau setelah makan sahur, kamu bisa menggunakan doa berikut ini.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْنَ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin”

Artinya : Segala puji milik Allah, Dzat yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.