Waktu Shah Rukh Khan Lahir, Diramalkan Beruntung

TEMPO.CO, Jakarta - Siapa tak kenal Shah Rukh Kan? Di India dia sudah seperti dewa. Shah Rukh Khan lahir pada 2 November 1965 di Talwar Nursing Home, New Delhi. Dia adalah anak kedua dari pasangan Meer Taj Mohammad dan Lateef Fatima.

Meer pebisnis yang memiliki gelar sarjana hukum dan menguasai enam bahasa. Hidupnya sangat jujur dan toleransinya kepada pemeluk agama Hindu cukup besar, mengingat kala itu kerap terjadi permusuhan antara pemeluk Islam-Hindu. Sikap Meer inilah yang kelak bakal mempengaruhi Shah Rukh.

Kisah masa kecil Shah Rukh ini dituangkan dalam buku Shah Rukh Khan, The King of Bollywood yang ditulis Anupama Chopra. Di Indonesia, buku ini diterjemahkan dan diterbitkan oleh Mizan.

Shah Rukh Khan lahir pada saat Mangalwar atau hari Selasa. Saat lahir, tali pusarnya membelit leher Shah Rukh. Keadaan ini cukup berbahaya, karena dapat menyebabkan bayi kehabisan napas, keterbelakangan mental, bahkan kematian. Tapi ajaibnya, Shah Rukh Khan selamat dan sehat.

Malah seorang perawat di rumah sakit itu menganggap kalung tali pusar di leher Shah Rukh sebagai anugerah Hanuman, dewa monyet. Ia juga meramalkan Shah Rukh akan mengalami keberuntungan besar.

Meski diramal beruntung, nyatanya Shah Rukh Khan kecil dan seluruh keluarganya hidup miskin. Mereka tinggal di Rajinder Nagar, perumahan sederhana di sebelah barat Delhi.

"Meer tak memiliki naluri bisnis. Berkali-kali mereka meminjam uang," tulis Chopra.

Shah Rukh Khan mewarisi ketenangan Meer. Tak cuma itu, sikap sekuler Meer juga menurun ke pada anak laki-lakinya itu.

NIEKE INDRIETTA

Berita Terkini:

Lelah, Shah Rukh Khan Ketiduran Sebelum Konpres

Ke Indonesia, Shah Rukh Khan Tanpa Kajol

Shah Rukh Khan Bawa Pasukan 100 Orang 

Tiket Shah Rukh Khan Paling Mahal Rp 12 Juta

3 Artis Cantik Bollywood Ini Temani Shah Rukh Khan

Ke Indonesia, Shah Rukh Khan Sewa Pesawat Pribadi 

Bagaimana Bollywood Mempengaruhi Dunia

Bollywood Merambah Dunia

Film Pertama India Film Bisu 

Cinema India dari Masa ke Masa

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.