Wali Kota Airin: 80 Persen Sekolah di Tangsel Penuhi Syarat Pembelajaran Tatap Muka

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengkaji pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tahun ajaran baru. Pertimbangan ini dilakukan sambil mengukur apakah pandemi Covid-19 benar-benar terkendali.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menjelaskan, untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka melibatkan pertimbangan beberapa faktor.

"Jadi faktornya adalah kondisi pandemi Covid-19, apakan zonanya sudah aman", kata Airin, Selasa (6/4/2021).

Untuk memastikan pembelajaran tatap muka bisa dilakukan, saat ini Pemkot Tangerang Selatan sedang mendistribusikan vaksin yang bisa diterima oleh tenaga pengajar, sehingga bisa menjadi indikator kesiapan guru untuk mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

"Kemudian kedua, penyiapan sarana dan prasarana untuk menjalankan protokol kesehatan, di mana 80 persen sekolah negeri dan swasta sudah memenuhi persyaratan. Dengan begitu hal ini bisa mencegah klaster PTM jika memang sudah disepakati bahwa pada tahun ajaran baru PTM bisa diterapkan," tutur Airin.

Siswa yang Hadir Hanya 50 Persen

Terkait tahapan pelaksanaan, pembelajaran tatap muka harus memenuhi ketentuan-ketentuan tertentu. Seperti, diselenggarakan di sekolah yang telah lolos verifikasi. Lalu, siswa yang hadir di sekolah hanya 50 persen dari total jumlah siswa.

"Terakhir, harus ada ijin dari orangtua. Inipun hanya dilakukan setelah kondisi pandemi sudah memungkinkan untuk dilaksanakannya PTM," tandas Airin.

Saksikan video pilihan di bawah ini: