Wali Kota ajak warga ramaikan pekan raya pendidikan Islam di JIC

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengajak warga meramaikan Pekan Raya Pendidikan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Education Fair/JIEF) 2022 berlangsung tiga hari, mulai Kamis (3/11) hingga Sabtu (5/11) di Aula Pertemuan Serbaguna Jakarta Islamic Center (JIC) .

JIEF 2022 diisi berbagai pameran hingga dialog seputar Transformasi Digital Pendidikan Islam bersama sebelas narasumber berkompeten mengenai pendidikan Islam, dan merupakan perhelatan yang keempat kalinya setelah perdana dilaksanakan pada tahun 2017, 2018 dan 2019, kemudian terhenti selama dua tahun karena pandemi COVID-19.

“Ayo datang ke PPPIJ (Jakarta Islamic Center) karena banyak pameran Lembaga Pendidikan Islam. Ini banyak peluang mendapatkan informasi menempuh Pendidikan Islam, baik Madrasah, Universitas, Pondok Pesantren, dan Ekstrakurikuler,” kata Ali dalam keterangannya di Jakarta Utara, Kamis.

Wali Kota Jakarta Utara menyebut pendidikan Islam sewajarnya menjadi pilihan utama orang tua dalam memberikan pendidikan bagi anak. Dengan pilihan Pendidikan Islam itu, anak akan mendapatkan bekal ilmu dunia dan akhirat.

“Pendidikan Islam juga Lembaga Pendidikan bermutu. Tidak hanya akan dibekali ilmu dunia, tapi Pendidikan Islam juga memiliki nilai tambah supaya anak yang sudah memiliki ilmu dunia itu dapat lebih terarah, tidak salah jalan, dan akan selamat di dunia dan akhirat,” kata Ali saat menghadiri pembukaan JIEF 2022 di JIC, Jalan Kramat Jaya, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Kamis.

Ali mengatakan saat pembukaan JIEF bahwa di sana terdapat beragam pemeran Lembaga Pendidikan Islam, mulai dari madrasah, universitas, pondok pesantren, hingga ekstrakurikuler.

Melalui momentum pameran JIEF 2022 ini, Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Jakarta (PPPIJ) atau dikenal dengan JIC berperan memfasilitasi pemberian pengaruh positif dari lembaga-lembaga pendidikan Islam yang sudah maju kepada lembaga-lembaga lain.

Kepala PPPIJ M Subki menerangkan momentum pameran itu penting untuk meningkatkan skala pendidikan Islam di Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya. Terlebih kondisi hari ini, semua sektor sudah mengarah ke digitalisasi, baik sadar maupun terpaksa untuk beralih bertransformasi, termasuk sektor Pendidikan.

Menurut Subki, dunia saat ini sudah mengalami transformasi digital di semua sektor, termasuk dunia pendidikan Islam. Sehingga mendorong peningkatan kapasitas diri manusia, khususnya menuju era transformasi digital ini.

"PPPIJ ingin mendorong terus agar Lembaga Pendidikan Islam mendapatkan hak, meningkatkan diri mewujudkan transformasi digital ke arah yang lebih baik,” kata Subki.
Baca juga: JK minta Jakarta Islamic Center direhabilitasi secepatnya
Baca juga: Puslabfor bawa material terbakar dari kubah JIC
Baca juga: Dinas Gulkarmat DKI lakukan pendinginan di JIC