Wali Kota Bekasi: BOR di RS Rujukan Covid-19 Naik 2 Persen dalam Sepekan

·Bacaan 1 menit
Pasien COVID-19 berada di dalam tenda darurat di RSUD Bekasi, Rabu (23/6/2021). Tenda darurat didirikan sebagai upaya menambah ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang dapat menampung 30 pasien menyusul ruangan di rumah sakit sudah penuh akibat lonjakan kasus Covid-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bekasi - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan keterisian tempat tidur atau Bed Occupacy Rate (BOR) untuk pasien Covid-19 di rumah sakit Kota Bekasi, meningkat dua persen dalam sepekan. Hal ini berdasarkan evaluasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Ia menyebutkan saat ini jumlah BOR di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 mencapai 88,29 persen dari yang sebelumnya 86,03 persen.

"Ada peningkatan dua persen sekian selama seminggu ini," kata Rahmat kepada awak media, Senin (28/6/2021).

Menurut dia, ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi saat ini semakin menipis seiring meningkatnya kasus Covid-19. Dari total kapasitas 2.107 tempat tidur, sudah terpakai sebanyak 1.860 unit dan hanya tersisa 247 unit.

Sedangkan untuk ruang ICU di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bekasi, saat ini telah terisi 137 tempat tidur dari total 173 unit.

"BOR ICU di rumah sakit pemerintah sudah 92,68 persen, sedangkan swasta 75 persen," ungkap Rahmat.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tambah Kapasitas Tempat Tidur di Ruang Isolasi

Mengingat kasus Covid-19 yang masih sangat tinggi di Kota Bekasi, Rahmat mengaku pihaknya berencana bekerjasama menambah kapasitas tempat tidur di ruang isolasi. Salah satunya di RS Budi Lestari dengan penambahan 180 tempat tidur.

"Sudah ada alat kesehatannya, ada ICU-nya, ada tim dokternya," ujar Rahmat.

Terkait pasien Covid-19 yang membeludak di RSUD Kota Bekasi, Rahmat mengaku tidak terlalu mempermasalahkan. Hal ini karena RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid memang dijadikan sebagai rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat.

"Apabila sekarang kondisinya melebihi kapasitas RS, itu disebabkan peningkatan jumlah kasus positif di Kota Bekasi," tandasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel