Wali Kota Bekasi: Petugas Jangan Persulit Warga yang Mau Divaksin karena Hal Sepele

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kota Bekasi kembali melaksanakan vaksinasi Covid-19 massal sebagai upaya mempercepat pembentukan herd immunity. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menekankan kepada petugas vaksinasi agar tidak mempersulit warga yang ingin divaksin.

"Saya ingatkan, petugas harus permudah warga yang datang untuk vaksin. Jangan sampai ada yang disuruh pulang, hanya karena tidak membawa fotocopy KTP, padahal sudah bawa KTP asli," kata pria yang biasa disapa Pepen itu, Jumat (27/8/2021).

Menurutnya di tengah kondisi pandemi saat ini, antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi sangat tinggi. Karena itu ia ingin warga diberi kemudahan memperoleh vaksin untuk memperoleh kekebalan imun dan terhindar dari ancaman bahaya Covid-19.

"Jadi jangan sampai hanya persoalan sepele, mengorbankan kesehatan warga, apalagi yang datang vaksin para lansia. Yang kita butuhkan hanya nama penerima vaksin dan NIK. Kalau sudah ada KTP asli, untuk apa fotocopy lagi," tegasnya.

Pepen juga mengingatkan kesuksesan program vaksinasi menjadi suatu hal yang tengah diupayakan untuk memulihkan kembali perekonomian dan sektor lainnya yang terpukul selama pandemi.

Layani dengan Tulus

"Jadi saya minta semua petugas kesehatan, jangan mempersulit warga yang mau vaksin. Layani warga kita dengan penuh ketulusan dan itu menjadi ladang ibadah bagi kita," imbuhnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyediakan 362.000 dosis vaksin Pfizer pada kegiatan vaksinasi massal serentak yang akan berlangsung hingga Sabtu 28 Agustus 2021. Terdapat 280 lokasi vaksinasi yang tersebar di 56 kelurahan se-Kota Bekasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel