Wali Kota: BPJAMSOSTEK diperlukan untuk lindungi dari risiko kerja

Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Fairid Naparin mengatakan program BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) sangat diperlukan para pekerja di berbagai bidang sebagai upaya memberikan perlindungan dari potensi risiko saat bekerja.

"Untuk itu, terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan layanan dan perlindungan terhadap para pekerja di Kota Palangka Raya. Semoga melalui program ini pekerja semakin terlindungi dan sejahtera," kata Fairid di Palangka Raya, Rabu.

Pernyataan itu disampaikannya saat didampingi Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Palangka Raya Budi Wahyudi, mengunjungi peserta BPJAMSOSTEK atas nama Yaudi yang mengalami kecelakaan kerja yang dirangkai penyerahan secara simbolis Santunan Jaminan Kematian (JKK) kepada ahli waris karyawan PT East Point Indonesia bernama Doyeanto.

Kepala daerah termuda di Provinsi Kalteng itu pun berharap Yaudi yang merupakan pegawai non ASN di RSUD Kota Palangka Raya dapat segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti semula.

Baca juga: Wapres serahkan santunan BPJAMSOSTEK senilai Rp1,1 triliun di Sumsel

Baca juga: BPJAMSOSTEK: Pekerja usia 20-25 dominasi kasus kecelakaan kerja di DKI

"Semoga keluarga ahli waris yang menerima JKK dapat memanfaatkan santunan yang diterima untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan keluarganya," kata Fairid.

Dia mengatakan pihaknya siap memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja khususnya di "Kota Cantik" atas risiko sosial yang mungkin terjadi.

"Kami siap memberikan kepastian untuk jaminan kecelakaan kerja dan kematian kepada para pekerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Ke depan, akan kami jadikan program utama untuk mendorong cakupan kepesertaan dan perlindungan jaminan sosial di Palangka Raya," katanya.

Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Budi Wahyudi berterima kasih terhadap kehadiran dan kunjungan wali kota terhadap peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan Kerja dan sekaligus menyerahkan secara simbolis santunan JKK kepada ahli waris.

Budi mengatakan kegiatan yang dilaksanakan di salah satu rumah peserta BPJAMSOSTEK itu merupakan serangkaian kegiatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2022.

"Selain melayani peserta di kantor cabang, wujud perhatian kami lainnya adalah menghampiri peserta yang mendapatkan perawatan di rumah atau home care. Kemudian, juga memberikan simbolis santunan kepada keluarga atau ahli waris peserta yang berhak," katanya.

Budi mengatakan, pihaknya menganut customer centric culture, artinya BPJAMSOSTEK berkomitmen selalu mengedepankan pelayanan optimal kepada seluruh pelanggan, dalam hal ini peserta program.

Pelayanan itu mulai dari informasi, pendaftaran menjadi peserta, hingga saat peserta menerima hak manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, demi mewujudkan pengalaman pelanggan terbaik.

“Layanan yang berkualitas tentunya berpengaruh kepada tingkat kepercayaan publik kepada BPJS Ketenagakerjaan. Sebagai penyelenggara jaminan sosial di bidang ketenagakerjaan, kami memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di Indonesia. Untuk itu, kepercayaan publik sangatlah penting," kata Budi.*

Baca juga: BPJAMSOSTEK serahkan santunan Rp671 juta di Banda Aceh

Baca juga: UIN Mataram lindungi 196 tenaga kontrak dengan program BPJAMSOSTEK