Wali Kota Depok soal Vaksin COVID-19: Ulama Sudah Yes, Percayalah!

Mohammad Arief Hidayat, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 11.140 orang akan disuntik vaksin COVID-19 di Kota Depok, Jawa Barat. Vaksin buatan perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac, akan disebar ke 20 rumah sakit swasta dan 38 puskesmas di kota Depok.

Pada tahap pertama sekaligus secara simbolis, menurut Wali Kota Depok, Mohammad Idris, pada Selasa, 12 Januari 2021, akan disuntikkan kepada sepuluh orang.

Idris menolak berbicara sanksi bagi orang yang menolak disuntik vaksin COVID-19. Dia menegaskan, pada dasarnya tidak ada pilihan untuk menolak karena vaksinasi untuk kepentingan bersama.

Baca: Apa Perbedaan Vaksin China Sinovac dan Sinopharm serta Merek Lain?

Pemerintah, katanya, sudah melakukan berbagai ikhtiar untuk mengatasi pandemi COVID-19, termasuk mengadakan vaksin. Vaksin itu bahkan telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ketika ditanya apakah akan ada sanksi bagi warga yang menolak divaksin, Idris mengatakan itu (pemberian vaksin) adalah ketetapan pemerintah.

“Kita positive thinking, jangan ada praduga-praduga, jangan sampai waswas. Waswas itu biasanya banyak, ‘Awas lu, awas lu’. Nah, ini malah bahaya. Kita nurut kepada pemerintah dalam hal ini untuk kita bisa lakukan vaksinasi,” ujarnya.

Dia mengingatkan, sertifikat halal MUI dan izin penggunaan darurat BPOM menjadi bukti bahwa vaksin itu tidak hanya halal tetapi juga aman. “Insya Allah, mudah-mudahan, apalagi kalau sudah ulama, tokoh agama, sudah bilang yes, sudah, percayalah,” tuturnya.