Wali kota: ekonomi Surabaya bergerak jika kekebalan kelompok tercapai

·Bacaan 1 menit

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan perekonomian di Kota Pahlawan, Jawa Timur, di masa pandemi COVID-19 akan kembali bergerak normal, jika herd immunity atau kekebalan kelompok tercapai.

"Karena kalau warganya sudah tervaksin, semua sektor akan dapat kembali bergerak. Semua ini untuk kesejahteraan warga, mohon doanya," kata Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu.

Wali Kota Eri bakal terus berjuang agar Kota Surabaya mencapai herd immunity dalam waktu dekat ini. Bahkan, Eri juga berupaya mewujudkan Kota Surabaya masuk zona kuning COVID-19 dalam waktu satu bulan.

Menurut Eri, apabila di Kota Surabaya telah mencapai kekebalan kelompok, maka pihaknya siap membantu daerah di wilayah Surabaya Raya untuk percepatan vaksinasi COVID-19.

"Kami bisa bantu nakes (tenaga kesehatan) apabila diperlukan. Karena wilayah aglomerasi ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Oleh sebab itu, harus saling bahu-membahu," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Surabaya A.H. Thony mengatakan, pemulihan ekonomi menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021-2026.

Menurut dia, pandemi COVID-19 sudah berimplikasi pada perekonomian di Kota Surabaya, maka untuk pemulihannya perlu ada konsep yang jelas. Konsep tersebut mulai dari bagaimana menghidupkan kembali perekonomian, mulai lapis bawah, menengah, dan atas.

"Jangan sampai satu sisi saja yang dibenahi ekonominya misal, ekonomi di level atas saja," ujarnya.

Thony berharap Pemkot Surabaya segera mempercepat perbaikan ekonomi seperti termaktub dalam RPJMD Surabaya 2021-2026 yang telah disahkan DPRD Surabaya dalam Rapat Paripurna, Senin (16/8).

"Mumpung kondisi saat ini COVID-19 di Surabaya sedang landai, maka Pemkot Surabaya cepat melakukan relaksasi dari semua kelompok ekonomi, agar spirit usaha kembali bergairah," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel