Wali Kota Eri jelaskan filosofi digelarnya Parade Surabaya Juang

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan filosofi kegiatan Parade Surabaya Juang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan adalah perjuangan merebut kemerdekaan tanpa melihat suku, ras, dan agamanya.

"Kalau kita berjuang bersama, pasti bisa merebut kemerdekaan itu, jangan berjuang hanya di satu sisi. Jadi sebenarnya, inti acara hari ini adalah kita ingin mengembalikan semangat kepahlawanan di hari kita semuanya. Itulah hikmah dan filosofi acara hari ini," kata Eri Cahyadi usai mengikuti Parade Surabaya Juang di Surabaya, Minggu.

Oleh karena itu, lanjut dia, Kota Surabaya dengan budaya "Arek"-nya, maka diharapkan akan bisa merebut kemerdekaan Surabaya dari kemiskinan, dari kebodohan, dan pengangguran. Hal itu bisa diwujudkan kalau pemerintah dengan masyarakatnya berjuang bersama-sama.

Makanya, Cak Eri panggilan lekatnya, berharap semangat kepahlawanan itu bisa terus membara di hati arek-arek Surabaya. Bahkan, dia juga mengajak arek-arek Surabaya untuk menjadikan Surabaya menjadi kota yang baldatun toyyibatun warobbun ghafur.

"Kita harus terus kobarkan semangat kepahlawanan itu di hati arek-arek Suroboyo," kata Cak Eri.

Baca juga: Parade Surabaya Juang dan Rujak Uleg jadi agenda nasional

Baca juga: Wali Kota kobarkan semangat pertempuran di Parade Surabaya Juang

Parade Surabaya Juang tahun ini diikuti sebanyak 3.500 peserta. Adapun rute Parade Surabaya Juang kali ini dimulai dari Jalan Pahlawan, Jalan Kramat Gantung, Jalan Gemblongan dan Jalan Tunjungan. Kemudian berlanjut menuju Jalan Gubernur Suryo, Jalan Yos Sudarso, Jalan Jaksa Agung Suprapto, dan berakhir di depan Balai Kota Surabaya.

Pada parade tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji serta jajaran Forkopimda Surabaya menunggangi kuda. Hal ini menjadi pembeda pagelaran Parade Surabaya Juang tahun ini. Biasanya, mereka menaiki tank Anoa dalam ajang tersebut.

Selain parade, Pemkot Surabaya juga menggelar serangkaian acara di antaranya tabur bunga di Makam Bung Tomo, Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Makam Wr. Soeparman, dan Taman Makam Pahlawan Mayjen Sungkono Kota Surabaya.

Selanjutnya pada tanggal 10 November, pemkot akan menggelar upacara di halaman Balai Kota Surabaya. Di situ nanti akan ada teatrikal perjuangan arek-arek Suroboyo. Dalam upacara itu, pemkot juga mengundang warga Surabaya untuk ikut upacara sekaligus menyaksikan langsung teatrikal itu.

Kemudian pada malam harinya, Pemkot Surabaya akan menggelar istighosah bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf atau Habib Syech di Lapangan Monumen Tugu Pahlawan. Surabaya Bershalawat itu untuk berdoa agar semangat pejuang, semangat 10 November dan Hari Pahlawan tetap berada di hati warga Kota Surabaya.

Baca juga: Ribuan warga antusias saksikan Parade Surabaya Juang 2022
Baca juga: Ratusan peserta meriahkan teatrikal Parade Surabaya Juang

Baca juga: Belasan mobil hias meriahkan Surabaya Vaganza 2022