Wali Kota harapkan Magelang 10K bangkitkan pariwisata

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengharapkan lomba lari Magelang 10K dapat membangkitkan sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Melalui kegiatan ini sektor UMKM dan ekonomi masyarakat juga ikut terangkat dengan banyaknya peserta dari luar daerah," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Minggu.

Ia menuturkan ke depan Magelang 10K menjadi salah satu kegiatan rutin setiap tahun untuk memberi wadah bagi pecinta lari di Magelang dan sekitarnya serta Indonesia.

"Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal yang baik karena saya melihat penyelenggaraannya cukup profesional, tidak asal-asalan dan ini menjadi hal baru karena baru pertama kali, mudah-mudahan akan menjadi seterusnya," katanya.

Baca juga: Rudi Febriade juara 10 K MILO ACTIV Indonesia Race 2022

Ketua Panitia lomba lari Magelang 10K yang juga Dirut TKL Ecopark Arif Taat Ujiyanto mengatakan total peserta Magelang 10K sebanyak 2.000 orang.

Ia menyebutkan dari sejumlah peserta tersebut dengan rincian 600 orang dengan kategori 10K dan 400 orang dengan kategori 5K, kemudian 800 orang 5K pelajar, dan 200 orang kategori fun run.

Arif menyampaikan dalam kegiatan ini hadir lima pelari nasional, yakni Agus Prayogo sebagai pacer karena kalau dia ikut lomba pasti jelas menang.

Kemudian Elizar Gamashi, Nugroho, Hendrik Nainggolan, dan Immanuel Hutasoit atlet nasional.

Ia menjelaskan rute lari Magelang 10K dengan start TKL Ecopark ke arah Alun-Alun Magelang, kemudian Badakan, Plengkung, Gunung Tidar, RSUD, dan finish di TKL Ecopark.

"Bagi yang 5K dari Alun-Alun langsung ke TKL Ecopark," katanya.

Baca juga: Kemendikbudristek kembali gelar SangiRun Night Trail tahun 2022

Sepanjang rute lari para atlet dihibur penampilan kesenian tradisional dari masyarakat sekitar.

"Ada 50 kesenian tradisional yang tampil sepanjang rute lari 10K. Jadi ini bukan sekadar lari biasa, ini mempertemukan antara olahraga dan wisata muncullah Magelang 10K. Berlari 10K di Magelang dijamin tidak capek karena di sepanjang jalan disuguhkan hiburan kesenian tradisional, bahkan peserta tidak perlu bawa minum karena sudah disiapkan di sepanjang rute," katanya.