Wali Kota Jakarta Selatan: Belum ada temuan anak sakit usai vaksin

·Bacaan 1 menit

Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengatakan belum ada laporan anak usia 6-11 tahun mengalami gejala sakit setelah melaksanakan vaksinasi COVID-19.

"Selama ini kami belum ada laporan, semua normal saja," kata Munjirin saat meninjau vaksinasi anak di SD Bakti Mulya 400 Jakarta Selatan, Jumat.

Munjirin menuturkan pihaknya juga belum mendapati kendala berarti sepanjang pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang digelar sejak Senin, (14/12) tahun lalu.

Menurut dia, sejauh ini pelaksanaan vaksinasi memerlukan pengawasan ketat pada proses verifikasi awal karena harus mendapat pendampingan dari orang tua siswa.

"Karena takutnya yang dikeluarkan jawaban anak itu tidak menggambarkan kehidupan kesehatan sesungguhnya tiap hari," ujar dia.

Untuk itu, lanjut dia, orang tua maupun keluarga anak harus menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh tenaga kesehatan sebelum anaknya divaksinasi.

Di sisi lain, Munjirin menegaskan Pemerintah Kota Jakarta Selatan akan terus menggencarkan vaksinasi setiap hari untuk menyelesaikan vaksinasi anak yang saat ini masih 56 persen dari target sebanyak 242 ribu anak.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan yakni dengan menggelar vaksinasi anak usia 6-11 tahun pada hari libur untuk memudahkan masyarakat membawa anak mereka di luar hari kerja.

Hingga saat ini pihaknya mencatat sebanyak 56 persen atau sekitar 136 ribu anak telah divaksinasi COVID-19 jenis Sinovac.

"Masih cukup banyak yang kita kejar. Oleh karena itu setiap hari walaupun hari libur Sabtu dan Minggu kita tetap melaksanakan proses vaksinasi di sekolah maupun di tempat-tempat bukan sekolah, juga di tempat umum," katanya.
Baca juga: Pemkot Jaksel gencar vaksinasi anak pada hari libur
Baca juga: 10.000 anak di Palmerah telah tervaksinasi jenis Sinovac
Baca juga: Polrestro Jakarta Barat gelar vaksin anak "door to door"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel