Wali Kota Jakpus apresiasi Pos Bloc ikuti perkembangan zaman

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma menghadiri peluncuran Pos Bloc Jakarta Tahap II di Jalan Pos Nomor 2, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, dan mengapresiasi atas kehadirannya yang telah mengikuti perkembangan zaman.


"Saya mengapresiasi kehadiran Pos Bloc yang telah mengubah 'mindset' terkait dengan Kantor Pos karena telah mengikuti perkembangan zaman," kata Dhany Sukma di Jakarta, Kamis.

Dhany mengatakan, Pos Bloc Jakarta dapat beradaptasi dengan cepat dan kekinian. "Pos Bloc sudah bisa beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat dan ini merupakan pandangan-pandangan lebih kekinian," katanya.

Dari sisi kewilayahan, Dhany mengatakan, Pos Bloc merupakan gedung warisan yang akan diintegrasikan dalam satu kawasan bernilai sejarah.

"Pasar Baru bernilai sejarah, Kantor Pos juga bernilai sejarah, kemudian Gedung Kesenian juga bernilai sejarah. Jadi ketika ini menjadi satu kesatuan kawasan maka ada satu destinasi wisata baru, yang bisa kita tawarkan," katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat ingin memodifikasi nilai-nilai sejarah dengan nilai-nilai kekinian. Jadilah seperti yang kita lihat di Pos Bloc, terlihat bagus, indah, dinamis dan lebih terbuka," ungkapnya.


Karena itu, pihaknya mendukung kegiatan yang ada di Pos Bloc ini. "Nanti kita bekerjasama dengan pariwisata untuk memanfaatkan lahan ini. Sekali-kali kita juga bikin aktivitas pariwisata di Kantor Pos dengan mengundang para pemuda," katanya.

Baca juga: Wali Kota Medan dampingi Teten Masduki resmikan Pos Bloc Medan

Baca juga: PT Pos perluas ruang kreatif Pos Bloc di empat kota tahun ini

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengungkapkan, peresmian tahap kedua ini memperluas Pos Bloc yang sebelumnya 3.000 meter persegi pada tahap satu menjadi 7.000 meter persegi.

"Nanti di sini akan ada 'event entertainment', tari, musik serta bazar. Jadi, lebih banyak UMKM kita tampung, lebih banyak acara yang bisa diadakan di sini," katanya.


Nantinya anak-anak muda tidak hanya melihat heritage dari luar tapi bisa menikmati suasana gedung yang usianya sudah 111 tahun ini.

Faizal menjelaskan, Pos Bloc ini berbeda dengan yang dulu karena saat ini dijadikan "creative hub" yang berisi 50 UMKM yang telah dikurasi.

"50 UMKM yang masuk di sini kita kurasi, Jadi tidak sembarang UMKM bisa masuk, yang punya produk bagus dan ingin berkembang," katanya.

Karena itu, banyak UMKM berisi anak muda yang datang ke sini dan skema bisnisnya dibuat menarik. "Mereka tidak sewa tetapi modelnya 'revenue sharing'," ungkapnya.