Wali Kota Jakut minta jajarannya hentikan perilaku BAB sembarangan

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim meminta seluruh jajarannya berkomitmen meniadakan perilaku buang air besar (BAB) sembarangan di seluruh wilayah seperti yang sudah dicapai Kelurahan Sunter Jaya.

Ali menyatakan keinginan agar Jakarta Utara meraih predikat kota sehat tingkat tertinggi atau "Swasti Saba Wistara" yang mengharuskan tidak ada lagi perilaku BAB di masyarakat sebagai salah satu syaratnya.

"Saya mau Jakarta Utara ke depannya mendapat penghargaan tingkat Wistara. Untuk itu, baik kecamatan dan kelurahan lainnya harus segera mengikuti, mencontoh apa yang sudah dilakukan Kelurahan Sunter Jaya," kata Ali di Jakarta, Kamis.

Ali merasa senang dan mengapresiasi Kelurahan Sunter Jaya yang pada Kamis ini telah berinisiatif mendeklarasikan "Stop Bebas BAB Sembarangan".

"Getok dan tularkan informasi yang baik di Sunter Jaya ini. Meski di tengah suasana hujan, tidak bisa membubarkan komitmen, semangat kita semua, untuk datang ke sini," kata Ali.

Sehingga, kata Ali, kelurahan yang lain bisa lebih termotivasi setelah ini. Agar Jakarta Utara bisa merealisasikan nihil perilaku BAB sembarangan dan mengikuti verifikasi penghargaan kota sehat tingkat Wistara.

Namun, penghentian perilaku BAB sembarangan itu disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Jangan sampai, kata Ali, karena merasa wilayahnya kaya atau miskin, menjadi alasan tidak bisa berubah.

Padahal perilaku BAB sembarangan semestinya bisa berubah jika ada kepedulian kita terhadap lingkungan.

"Jangan menghakimi orang miskin itu tidak mengerti kesehatan, tentang agama, tentang adat-istiadat. Ini hanya perilaku dan inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk mengubahnya, menjadi lebih sadar, lebih peduli kepada lingkungan juga kepada masyarakat," ujar Ali.

Namun peningkatan akses sanitasi dasar di Jakarta Utara sangat penting, dan diperlukan pendekatan untuk mengubah kesadaran berperilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat sebagai cara pemicu dan mengejar ketinggalan akses sanitasi di Jakarta.

Sebelumnya, saat kerja bakti petugas gabungan Kecamatan Cilincing beserta masyarakat di Kali Bangleo, Kelurahan Kalibaru, Minggu (13/11), terungkap minimnya kesadaran warga setempat untuk menjaga lingkungan.

Petugas mendapati sejumlah jamban di tepi Kali Bangleo yang langsung dibongkar seiring kerja bakti waktu itu. Sebagai gantinya, Kecamatan Cilincing berencana membangun MCK komunal di lokasi.

"Jamban di kali itu tidak sesuai dengan perilaku hidup bersih dan sehat, akhirnya kami bongkar," ujar Sekretaris Kecamatan Cilincing Idham Mugabe.

"Kami rencanakan bangun sarana mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, baik menggunakan anggaran pemerintah atau kolaborasi dengan pihak swasta," sambung Idham.

Selain kerja bakti, petugas turut menggencarkan sosialisasi dari pintu ke pintu atau door to door terhadap larangan membuang sampah ke kali.
Baca juga: Jakarta Barat tingkatkan sosialisasi PHBS cegah BAB di saluran air
Baca juga: Pemkot Jakbar pakai detektif untuk deteksi warga BAB sembarang
Baca juga: Pemkot Jakbar tetapkan 12 kelurahan sudah bebas BAB sembarangan