Wali Kota Klaim Tingkat Kematian COVID-19 di Bekasi Sangat Rendah

Daurina Lestari, Dani (Bekasi)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Jelang libur akhir tahun, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyatakan tidak melarang warganya berlibur atau mudik. Padahal, angka COVID-19 di wilayahnya sudah tembus 10 ribu kasus sejak Maret 2020 lalu.

Berdasarkan data dari situ corona. bekasikota.go.id disebutkan jumlah orang terkonfirmasi positif hingga 2 Desember 2020 sudah tembus 10.388 kasus. Untuk angka kesembuhan mencapai 9.637 orang, dan meninggal dunia 171 orang.

"Tetapi harus diingat juga tetap menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker," kata Rahmat, Kamis 3 Desember 2020.

Baca juga: 437 Orang Kontak dengan Anies dan Riza Dites Swab COVID-19

Rahmat lebih menekankan terkait pengendalian COVID-19. Sehingga, mampu menekan angka kematian dan angka kesembuhan yang tinggi.

"Kita tuh tidak melihat tinggi kasusnya, tapi lihat kesembuhan dan rendahnya angka kematian," katanya.

Meski begitu, dia menyarankan kepada warganya untuk tetap rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap pulang berlibur. Terutama kalau menunjukkan gejala, maka sepatutnya melapor ke RT dan RW.

"Bisa lapor ke layanan kesehatan seperti Puskesmas, RSUD atau RSD Stadion Patriot," kata Rahmat.

Seperti yang diketahui, libur panjang dimulai sehari sebelum libur natal yakni 24-27 Desember 2020. Kemudian, sepekan lagi, libur panjang dimulai pada 31 Desember sampai 3 Januari 2020.