Wali Kota Kotamobagu: Dia Menghina dan Memfitah Saya

TRIBUNNEWS.COM, KOTAMOBAGU - Pernyataan-pernyataan  anggota DPR RI asal Sulawesi Utara, Yasti Supredjo Mokoagow yang menyudutkan Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit beberapa waktu lalu, terus berkembang.

Djelantik Mokodompit bersikeras akan melanjutkan masalah ini melalui jalur hukum karena Yasti dianggap  menghina dan memfitnah dirinya. "Soal rekonsiliasi, apa yang terjadi hari ini saya maafkan, tetapi proses hukum tetap berjalan. Sekali lagi secara pribadi saya maafkan, tetapi negara kita adalah negara hukum," ujar Djelantik usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Kotamobagu, Senin (26/9/2011).

Menurut dia, adalah wajar bagi siapa pun untuk mengkrtitisi kebijakan pemerintah jika memihak kepada kepentingan masyarakat. Untuk hal tersebut, Antik, sapaan Djelantik, mengaku siap menerima kritikan sepedas apa pun.

Namun lain soal, lanjut dia, bila kritikan tersebut sudah masuk ke ranah pribadi. "Dia (Yasti) menghina, memfitnah di hadapan umum. Misalnya mengatakan saya mengkorupsi (untuk) membiayai anak saya sekolah di luar negeri. Apakah hal kritikan tersebut pantas?" ujar Djelantik dengan nada suara meninggi.

Antik mengaku punya semua bukti rekaman saat Yasti  menyampaikan orasi. Dan dia memastikan jika nanti yang akan melapor kepada polisi adalah Djelantik sebagai pribadi dan tidak ada kaitan dengan jabatan sebagai wali kota.

Dia mencontohkan hal serupa pernah terjadi pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kalau tidak salah saat itu SBY melapor secara pribadi  bukan dalam kapasitas presiden. Saya pun begitu. Secara pribadi saya adalah manusia yang insyaAllah akan memaafkan. Tapi secara hukum, kita proses," tambah dia.

Terkait rencana Djelantik yang akan melaporkan Yasti yang asal  PAN, Wakil Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara mengatakan secara pribadi mendukung penyelesaian konflik tersebut secara hukum. "Jika memang akan diselesaikan secara hukum itu lebih baik," kata Ketua DPW PAN Sulut ini.

Seperti diberitakan, pada acara halal bi halal beberapa waktu lalu, Yasti dalam orasinya menyebut Djelantik penipu, perampok, dan pencuri uang  rakyat.  Kritik pedas Yasti menimbulkan reaksi. Sejumlah warga sempat menggelar aksi demo. Selanjutnya sejumlah warga yang mengaku  Dewan Adat Kotamobagu  menuntut Yasti minta maaf  dan membayar denda Rp 1 miliar.  Pemko Kotamobagu sendiri berencana akan menempuh jalur hukum.

Masalah ini sempat masuk Sidang  Paripurna Istimewa DPRD Sulut dalam rangkan peringatan HUT ke-47 Provinsi Sulawesi  Utara. Saat itu,  anggota DPRD Sulut dapil Bolmong, Razki Mokodompit menginterupsi meminta ketua sidang mengusir Yasti.

Razky Mokodompit mengatakan aksi provokasi Yasti Supredjo pada minggu lalu dibuktikan dengan rekaman-rekaman penghinaan bagi Wali Kota Kotamobagu. Pernyataan-pernyataan Yasti  menurut Raski,  berisi tuduhan korupsi, dan penghinaan mengancam keamanan,  dan kenyamanan di Kotamobagu.

Yasti sendiri tidak gentar dan akan segera lapor ke Polda Metro Jaya. Yasti bahkan  mengatakan Razky Mokodompit harus banyak belajar agar paham, karena paripurna istimewa tak bisa diinterupsi. "Insya Allah kembali ke Jakarta, tentu akan saya proses hukum," jelasnya.

Ia mengaku tak gentar bila akan dilaporkan. Saat peristiwa sebelumnya, di mana Yasti melontarkan beberapa pernyataan miring soal Djelantik Mokodompit, menurutnya sudah sesuai aturan. "Silakan dilaporkan, saya bicara kapasitas sebagai anggota DPR RI, dan sesuai aturan. Djelantik penipu pembohong, saya juga pernah tertipu. Ingat saya tak bicara korupsi, saya bicara mencuri  hak-hak rakyat, masalah pembebasan pasar," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.