Wali Kota Machida sambut hangat tim para-bulu tangkis Indonesia

·Bacaan 2 menit

Tim para-bulu tangkis Indonesia mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Machida Joici Isizaka saat latihan perdana di Gymnasium Machida, Jumat.

Pertemuan Joici Isizaka dengan tim para-bulu tangkis Indonesia berlangsung dalam suasana akrab tapi berbalut protokol kesahatan yang ketat.

Isizaka mengapresiasi kepercayaan tim Merah Putih mematangkan persiapan di Machida sebelum tampil bertanding dalam Paralimpiade Tokyo 2020.

"Senang sekali bisa menyambut pemain para-bulu tangkis Indonesia hadir di sini untuk melakukan latihan menjelang Paralimpiade Tokyo 2020," kata Isizaka dalam keterangan resmi NPC Indonesia, Jumat.

"Semua atlet Indonesia senang dengan suasana di sini," sambung Isizaka.

Sementara itu, manajer tim para-badminton Indonesia Sapta Kunta Purnama mengatakan kehadiran Joichi Isizaka merupakandukungan untuk atlet para-bulu tangkis Indonesia.

Baca juga: Profil atlet Paralimpiade: Setyo Budi, melompat jauh gapai prestasi

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Wali Kota Machida atas kesempatan yang diberikan kepada tim para-bulu tangkis Indonesia untuk menjalani latihan di sini," kata Kunta.

Pada latihan hari ini, seluruh pemain diberikan porsi latihan ringan. Rencananya Minggu dan Senin baru akan latihan pagi dan sore serta terbuka bagi warga Machida untuk bisa menyaksikan latihan pemain Indonesia.

Sebelumnya Kunto juga mengungkapkan alasan singgah di Machida ​​​​karena ingin memberi kesempatan kepada atlet beradaptasi dengan suhu dan kelembaban udara di Negeri Sakura.

"Kami akan menjalani latihan di Machida terlebih dahulu sebelum bergabung dengan kontingen lainnya di Tokyo," kata Kunto.

"Dengan mengadakan latihan di Machida, diharapkan kondisi fisik atlet bisa beradaptasi dengan suhu dan cuaca saat pertandingan nanti," tambah Kunto.

Machida bukan tempat baru bagi atlet para-badminton Indonesia. Pada 2017, skuad Merah Putih pernah melakukan pelatnas di Machida yang berjarak sekitar 45 km dari pusat kota Tokyo, untuk tampil ke kejuaraan dunia.

Baca juga: CLO berpesan agar tim Indonesia patuhi prokes Paralimpiade Tokyo

"Semua atlet sudah cukup mengenal lingkungan dan cuaca di Machida. Bahkan ada beberapa warga di sini yang masih ingat dengan nama pemain kita,” kata Kunto.

Adapun dalam Paralimpiade Tokyo, para-bulu tangkis merupakan cabang olahraga debutan.

Indonesia mengirimkan tujuh atlet terbaik dan diharapkan meraih satu medali emas. Mereka adalah Ukun Rukaendi, Hary Susanto, Fredy Setiawan, Leani Ratri Oktila, Khalimatus Sadiyah, Suryo Nugroho, dan Dheva Anrimusthi.

Atlet didampingi oleh team manager para-bulu tangkis Sapta Kunta Purnama dan pelatih Yunita Ambar Wulandari.

Selama di Machida, tim para-badminton menginap di Rembrant Hotel dan menjalani latihan di Machida Gymnasium hingga 25 Agustus.

Setelah itu, mereka bertolak ke Desa Atlet Paralimpiade dan berlatih kembali di Bunkyo Sports Center sebelum bertanding di Yoyogi National Stadium mulai 1 September.

Baca juga: Ni Nengah Widiasih terus jaga kebugaran setiba di Tokyo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel