Wali Kota Makassar Klaim Situasi Kondusif Pascabom Katedral

Ezra Sihite, Irfan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny) mengatakan, aksi teror bom bunuh diri yang menyebabkan puluhan korban dimaksudkan untuk memecah-belah persatuan di daerahnya.

Namun kemudian dia memastikan, justru kejadian yang terjadi di gerbang Gereja Katedral Makassar itu akan membuat rakyat Makassar semakin kuat dan bersatu.

“Teroris itu musuh kita. Kita mengutuk keras. Mereka mengira kita akan terpecah-belah namun lewat kronologi ini masyarakat Makassar terlihat semakin kuat dan bersatu. Kita jangan kalah atas kejadian tak terpuji ini,” kata Danny saat menggelar dialog dengan pemuda lintas agama di Makassar, Senin, 29 Maret 2021.

Danny pun menyampaikan di hadapan pemuda lintas agama bahwa kondisi di Kota Makassar kini sudah kembali normal.

Hal itu terjadi kata dia karena imbauan tegas yang dibuat Danny bersama pihak berwajib (TNI dan Polri) agar tidak menyebarluaskan hal-hal negatif atas kejadian ini di sosial media.

“Kemarin saya di sana dan antisipasi kita membuat cepat video imbauan bersama pihak TNI Polri agar masyarakat tak perlu panik dan takut. Tapi tetap waspada. Jangan menyebar foto-foto aksi bom di sosial media. Dan terbukti hari ini kita menunjukkan keberanian dan persatuan kita,” kata dia.

Seorang perwakilan pemuda Katolik menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kota Makassar atas gerak cepatnya meredam kepanikan masyarakat atas aksi tersebut.

Sementara menurut Danny, pertemuan itu bertujuan agar perwakilan pemuda lintas agama ini dapat menjadi perpanjangan tangan buat pemuda-pemuda lain agar tidak termakan ajaran-ajaran yang sesat.

“Dimulai dari pemuda karena pelaku kemarin dan sebelumnya dilakukan oleh pemuda. Jadi saya harap lewat pemuda yang hadir hari ini bisa menjadi contoh positif dan menebar hal-hal baik kepada pemuda lainnya. Kita harus bersatu,” kata dia.

Kegiatan ini lalu ditutup dengan semangat meneriakkan, “Makassar tidak takut, Makassar bersatu, Makassar damai”.