Wali Kota Malang Tak Tahu dari Mana Tertular COVID-19

Syahrul Ansyari, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA - malang">Wali Kota Malang, Sutiaji, mengumumkan dirinya terkonfirmasi positif COVID-19, berdasarkan hasil uji swab yang dia terima pada Senin, 30 November 2020, malam. Awalnya, Sutiaji mengaku dalam kondisi baik-baik saja dan hanya merasakan badan tidak fit.

Akhirnya dalam sepekan terakhir dia memilih untuk membatasi aktivitas dengan bekerja dari rumah. Kegiatan kepala daerah pun lebih sering diambil oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi.

Sutiaji hanya mengambil kegiatan kepala daerah yang bersifat daring saja.

Baca juga: Sepekan Tak Muncul ke Publik, Wali Kota Malang Positif COVID-19

Setelah dinyatakan positif COVID-19, sampai saat ini dia belum mengetahui tertular COVID-19 dari mana.

Sebab, sepekan sebelumnya kegiatan Sutiaji begitu padat. Termasuk beberapa agenda di luar Kota Malang. "Sampai saat ini belum diketahui dari mana saya terpapar COVID-19," kata Sutiaji, Selasa, 1 Desember 2020.

Sutiaji pun meminta masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Kemudian dia menginstruksikan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan work from home secara bergantian selama 14 hari ke depan.

"Kami sampaikan seluruh warga Kota Malang tetap 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak). Kemudian dilakukan untuk kami buat edaran seluruh ASN untuk 1 hari WFH separuh. Masuk (bekerja) separuh bekerja di rumah secara bergiliran," ujar Sutiaji.

Sutiaji juga mengimbau kepada warga Kota Malang untuk terus meningkatkan imunitas dan tidak mudah kelelahan dalam beraktivitas. Sebab, dua hal itulah yang dapat menangkal penyebaran virus. "Mohon doanya dan mudah-mudahan kami bisa aktivitas kembali," katanya.

Dia menambahkan, banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan. Dia mengaku belum bisa berikan yang terbaik.

"Sekali lagi yang saya minta kesehatan (masyarakat) sangat penting. Jaga diri panjenengan (masyarakat) semua. Imun dijaga jangan terlalu banyak capek. Ketika capek imun turun disitulah bersarangnya virus," tutur Sutiaji.