Wali Kota Medan datangkan penari dari 4 negara meriahkan Gemes 2022

Wali Kota Medan Bobby Nasution mendatangkan penari dari empat negara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darusalam guna meriahkan ajang Gelar Melayu Serumpun (Gemes) 2022 di Istana Maimun Medan, Sumatera Utara.

"Alhamdulillah, kami mendapat penghargaan MURI setelah Tari Zapin dibawakan penari dari lima negara serumpun, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darusalam," kata Bobby di Medan, Sumatera Utara, Selasa.

Selain keempat negara itu, lanjut dia, Pemkot Medan juga mendatangkan Ketua Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) Pol Lt Gen Sakorn Thungmunee yang menjabat Wali Kota Hat Yai, Thailand.

Sejumlah wali kota maupun bupati dari 10 provinsi di Sumatera, di antaranya Sabang, Banda Aceh, Tapanuli Tengah, Jambi, Dumai, Pekanbaru dan Padang, juga hadir untuk memeriahkan ajang Gemas 2022.

Wali Kota menyampaikan rasa syukur karena Gemes 2022 kembali digelar sebagai upaya melestarikan keberagaman seni budaya Melayu di Kota Medan, setelah dua tahun terhenti akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Wali Kota Medan dampingi Teten Masduki resmikan Pos Bloc Medan

Baca juga: Wali Kota Medan: Anggaran penanganan stunting meningkat

"Kita berharap melalui Gemes ini, wisatawan Nusantara dan mancanegara semakin banyak lagi berkunjung ke Kota Medan," ucap Bobby.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memastikan bahwa Games telah masuk dalam Agenda Kharisma Nusantara (KEN). Ia memastikan saat membuka ajang Gemes 2022 di Istana Maimun Medan, Senin (31/10) malam.

"Artinya Gemes merupakan ajang yang terpilih di seluruh Indonesia yang akan menjadi pembangkit ekonomi kita, dan membuka peluang usaha dan lapangan kerja," kata Sandiaga.

Menurutnya, tidak mudah untuk masuk KEN, karena dibangun atas arahan Presiden Joko Widodo yang mengharuskan ajang-ajang di daerah harus terkurasi, termasuk Kota Medan yang dianugerahi berbagai potensi telah dikurasi.

"Ini harus terus dikembangkan, didorong dan dipromosikan. Ini seni budaya Melayu, kebetulan saya juga kelahiran Pulau Sumatera. Saya melihat bangunan bersejarah, seperti Istana Maimun sebagai 'unique selling point' dari Kota Medan," paparnya.

Menteri berharap Kota Medan menjadi destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan dan kondusif. Diakui Sandiaga, dirinya terkesima dengan visi Wali Kota Medan, yakni "The Kitchen of Asia".

"Mari kita wujudkan 'The Kitchen of Asia'. Inflasi kita atasi, dan potensi resesi tahun depan kita mitigasi. Jika kita bergandengan tangan, termasuk IMT GT, kita bangun kondisi sosio ekonomi masyarakat," terang dia.

Sandiaga menitipkan 3Si, yaitu Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi didukung semangat 3G, yakni Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), dan Gaspol (garap semua potensi, termasuk potensi daring).

Baca juga: Wali Kota Medan sediakan bus sekolah gratis warga Sicanang Belawan

Baca juga: Kementerian PUPR ambil alih pembangun tanggul rob di Belawan