Wali Kota Pontianak: Borong takjil, bangkitkan ekonomi pedagang kecil

M Razi Rahman
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mengajak warga di kota itu untuk memborong barang dagangan "takjil" atau aneka kue untuk berbuka puasa dalam rangka membangkitkan ekonomi pedagang kecil.

"Para pedagang kecil seperti penjual takjil ini perlu kita bantu, caranya dengan membeli dagangan mereka," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Minggu.

Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan ini, Edi Rusdi Kamtono memanfaatkan waktu luang setiap sore menjelang berbuka puasa untuk berburu takjil.

Aksi berburu takjil yang dilakukannya ini dengan memborong kue-kue yang dijual pedagang. Takjil yang diborongnya tidak hanya untuk dirinya sekeluarga, tetapi juga dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Edi mengajak masyarakat untuk membeli takjil yang dijual oleh para pedagang, serta berharap dengan semakin banyaknya masyarakat yang membeli kue-kue yang dijual oleh para pedagang kecil, maka bisa membangkitkan semangat pedagang kecil.
Baca juga: Bupati sebut beli takjil di Bone Bolango bisa menggunakan QRIS

Menurut dia, hampir sebagian besar masyarakat merasakan dampak pandemi COVID-19, termasuk para pedagang kecil yang berjualan kue, sehingga pendapatan mereka drastis menurun akibat daya beli masyarakat yang kian merosot.

Oleh sebab itulah, ia kembali mengajak masyarakat yang mempunyai rejeki lebih untuk membeli takjil lebih banyak, kemudian takjil-takjil tersebut bisa dibagikan ke masjid-masjid atau orang-orang yang ditemui.

Namun bila tidak, cukup membeli untuk kebutuhan sekeluarga. "Insya Allah para pedagang takjil merasa terbantukan dengan kita membeli dagangan mereka," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Satgas COVID-19 Kota Pontianak mempersilakan atau mengizinkan kepada masyarakat yang ingin membuka Pasar Juadah selama bulan Ramadan 1442 Hijriah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Pasar Juadah yang dibuka bulan Ramadan di tengah pandemi COVID-19 ini, kata Edi, menjadi kesempatan masyarakat dalam rangka pemulihan perekonomian, sehingga aktivitas ekonomi tetap turut bergerak.

Baca juga: Resep berbuka puasa: peanut butter BBQ chicken melt
Baca juga: Di Nunukan, warga perbatasan RI-Malaysia "ngabuburit" berburu takjil