Wali Kota Prancis Tolak Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Ratu Elizabeth II

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah Wali Kota di Prancis menyatakan mereka tidak akan mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati pemakaman Ratu Elizabeth II dari Inggris. Menurut mereka, konsep monarki Inggris tidak sejalan dengan sistem republik Prancis.

Ratu Elizabeth II meninggal dalam usia 96 tahun pada Kamis lalu dan akan dimakamkan pada Senin (19/9).

Namun Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyebut Ratu Elizabeth II "ratu di hati" dan Istana Elysee mengibarkan bendera setengah tiang. Perdana Menteri Prancis, Elisabeth Borne juga menginstruksikan kantor-kantor wali kota dan gedung pemerintahan lainnya mengibarkan bendera setengah tiang menjelang pemakaman Ratu Elizabeth.

"Saya menghormati duka cita kawan-kawan Inggris kami tapi saya tidak akan mengibarkan bendera (Prancis) setengah tiang di atas gedung wali kota," jelas Wali Kota Bourges, Yann Galut, dikutip dari Russia Today, Rabu (14/9).

"Kita adalah negara republik. Mengapa saya harus hormat pada monarki negara asing?" lanjut politikus sayap kiri dari Partai Sosialis itu.

Penolakan juga disampaikan Wali Kota Faches-Thumesnil, Patrick Proisy.

"Saya tidak akan mengikuti perintah itu," ujarnya.

Menurut politikus dari partai sayap kiri La France Insoumise ini, konsep monarki itu sangat jauh dari 'kesetaraan'.

Wali Kota Gennevillers, Patrice Leclerc juga menolak mengibarkan bendera setengah tiang. Leclerc berasal dari Partai Komunis.

Belum jelas apakah akan ada sanksi bagi para wali kota yang menolak instruksi perdana menteri ini. [pan]